HOTNEWS.ID - Sebanyak 48 pelajar asal Indonesia telah berhasil menuntaskan partisipasinya dalam program pertukaran pelajar bergengsi Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (YES) untuk periode 2025-2026. Mereka kini telah kembali ke Tanah Air setelah menjalani studi dan pendalaman budaya di Amerika Serikat.
Program YES ini merupakan inisiatif beasiswa yang memberikan dukungan pendanaan secara penuh dari Pemerintah Amerika Serikat. Pendanaan tersebut disalurkan melalui kanal resmi Departemen Luar Negeri (Deplu) AS.
Para peserta tersebut telah menghabiskan waktu kurang lebih selama sepuluh bulan di Amerika Serikat untuk menimba ilmu dan memperkaya wawasan budaya lokal. Masa studi ini menjadi pengalaman penting bagi perkembangan akademik dan personal mereka.
Kemendikbudristek Resmi Gelar OSN 2026, Kecerdasan Buatan Jadi Fokus Baru Kompetisi Sains
Kepulangan para siswa ini menandai berakhirnya satu siklus program pertukaran pelajar yang sangat kompetitif tersebut. Program ini memang dikenal memiliki tingkat seleksi yang ketat karena diminati oleh ribuan siswa setiap tahunnya.
Program YES bertujuan untuk mempromosikan saling pengertian antara masyarakat Amerika Serikat dengan negara-negara di dunia. Ini merupakan upaya diplomatik budaya melalui pendidikan non-formal.
Dikutip dari INFOTREN.ID, informasi mengenai kepulangan 48 pelajar Indonesia yang mengikuti program YES periode 2025-2026 tersebut telah dikonfirmasi. Mereka telah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan yang direncanakan.
"Sebanyak 48 pelajar Indonesia yang terpilih sebagai peserta program Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (YES) untuk periode 2025-2026 kini telah kembali ke Indonesia," berdasarkan informasi yang dihimpun INFOTREN.ID.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa masa studi dan pendalaman budaya yang mereka jalani di Amerika Serikat berlangsung selama kurang lebih sepuluh bulan. Hal ini menunjukkan komitmen program terhadap pengalaman imersif penuh.
Pendanaan penuh untuk inisiatif beasiswa pertukaran pelajar ini merupakan dukungan langsung dari Pemerintah Amerika Serikat. Hal ini menegaskan pentingnya pertukaran antarbudaya bagi hubungan bilateral kedua negara.