HOTNEWS.ID - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) atau NOC Indonesia berencana membuka peluang bagi atlet untuk bertanding di Asian Games 2026 melalui jalur mandiri. Langkah ini diambil sebagai strategi untuk mengatasi keterbatasan anggaran belanja negara yang mungkin membatasi jumlah atlet yang bisa diberangkatkan.
Keputusan ini diambil dalam Rapat Anggota Luar Biasa KOI yang diselenggarakan di Jakarta pada hari Senin, 20 Juli. Opsi ini diharapkan dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi atlet berprestasi untuk tetap berkompetisi di ajang internasional.
Namun, KOI memberikan catatan penting mengenai hak finansial bagi atlet yang menggunakan jalur mandiri. Status sebagai atlet independen tidak serta merta menjamin perolehan bonus dari pemerintah jika berhasil meraih medali.
"Kalau dari sisi kami itu enggak ada pengaruhnya ya, cuma memang pemerintah khawatirnya kalau dia mendapatkan medali, lalu masalah bonus itu bagaimana," ujar Sekretaris Jenderal KOI, Wijaya Noeradi.
"Perihal bonus, ya mereka tidak berhak nuntut, tetapi kami tidak tahu mungkin pemerintah punya pertimbangan lain atau bagaimana karena urusan bonus ini urusan menit-menit terakhir diputuskan nilainya," tambah Wijaya.
Pihak KOI menekankan pentingnya pengelolaan ekspektasi agar tidak timbul konflik di kemudian hari. Keputusan mengenai alokasi dan pencairan bonus sepenuhnya berada di tangan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Wijaya Noeradi secara terbuka mengakui bahwa sistem pengelolaan keuangan negara di sektor olahraga memiliki tingkat kerumitan yang tinggi. Kompleksitas anggaran seringkali membuat kepastian nilai dan waktu pencairan bonus baru bisa dipastikan menjelang akhir sebuah ajang olahraga besar.
Skema pendanaan non-APBN ini tidak hanya dipersiapkan untuk Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, melainkan juga dirancang sebagai regulasi jangka panjang. Tujuannya adalah untuk mendorong kemandirian finansial federasi olahraga nasional di masa mendatang.
Untuk memastikan kelancaran proses administratif, KOI telah membentuk tim kerja khusus. Tim ini bertugas merumuskan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang komprehensif, mencakup aspek teknis, logistik, hingga legalitas pengiriman atlet mandiri.