HOTNEWS.ID - Sebuah insiden serius terjadi di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, melibatkan pesawat milik PT Associated Mission Aviation (AMA) dengan kode registrasi PK-RCY. Pesawat tersebut dilaporkan mengalami pembakaran yang diduga kuat dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Lokasi jatuhnya atau terbakarnya pesawat ini menjadi tantangan utama bagi tim penyelamat dan investigasi. Pesawat tersebut ditemukan berada di ketinggian geografis yang signifikan, yaitu mencapai 2.292 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Ketinggian ekstrem ini secara langsung berdampak pada kompleksitas proses evakuasi korban dan pengamanan lokasi kejadian. Selain itu, investigasi mendalam mengenai penyebab pasti insiden tersebut juga menghadapi kendala serius.

Salah satu hambatan utama adalah kondisi geografis yang sulit dijangkau oleh tim di lapangan. Saat ini, belum tersedia akses jalur darat yang memadai menuju titik lokasi pesawat tersebut.

Hal ini memaksa pihak berwenang untuk mengandalkan moda transportasi udara guna menjangkau lokasi tersebut. Aksesibilitas saat ini hanya dapat dilakukan melalui penerbangan perintis yang membutuhkan persiapan khusus.

Kombes Yusuf Sutejo, selaku Kasatgas Humas Satgas Operasi Damai Cartenz 2026, mengonfirmasi tantangan yang dihadapi dalam penanganan insiden ini. "Proses penanganan di lapangan turut menghadapi kendala kondisi geografis," ujar Kombes Yusuf Sutejo.

Beliau melanjutkan penjelasan mengenai keterbatasan aksesibilitas di wilayah tersebut. "Belum adanya akses jalur darat sehingga hanya dapat dijangkau menggunakan penerbangan perintis," kata Kombes Yusuf Sutejo dilansir detikSulsel, Jumat (3/7/2026).

Kondisi ini juga diperparah dengan adanya Lapangan Terbang (Lapter) Balinggama yang menjadi titik pendaratan terdekat. Menurut penjelasan Kombes Yusuf Sutejo, lapter tersebut juga terletak di daerah pegunungan yang memiliki tantangan tersendiri.

Selain kendala medan, pihak terkait juga harus sangat mempertimbangkan faktor meteorologi sebelum melancarkan operasi udara. Kondisi cuaca menjadi variabel krusial dalam menentukan kapan operasi penjangkauan lokasi dapat dilakukan dengan aman.