HOTNEWS.ID - Militer Israel telah mengambil langkah resmi dengan membuka penyelidikan internal mengenai insiden penembakan yang berujung pada kematian seorang bayi di wilayah Tepi Barat. Langkah ini diambil sebagai respons atas peristiwa tragis yang terjadi di kawasan tersebut.
Peristiwa memilukan ini menelan korban seorang bayi bernama Sam Fahd Abou Haikal, yang meninggal dunia akibat luka tembak yang dilepaskan oleh pasukan militer Israel. Selain bayi tersebut, kedua orang tuanya dilaporkan mengalami luka ringan dalam insiden yang sama.
Insiden ini terjadi di kota Hebron, Tepi Barat, pada hari Jumat pekan lalu. Penembakan tersebut mengenai kendaraan yang ditumpangi oleh keluarga tersebut saat mereka melintas di area tersebut.
Dilansir dari AFP pada hari Senin, 8 Juni 2026, otoritas militer segera menanggapi kejadian ini setelah mendapatkan laporan mengenai korban jiwa dari kalangan sipil.
Pihak militer Israel segera memberikan keterangan resmi mengenai kronologi sesaat setelah penembakan terjadi. Mereka menyatakan bahwa penembakan itu dipicu oleh tindakan pencegahan.
"Pasukan kami melepaskan tembakan setelah mendeteksi sebuah kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi ke arah posisi mereka," demikian pernyataan resmi dari otoritas militer Israel, sebagaimana dikutip dari AFP.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa penembakan tersebut merupakan respons terhadap apa yang dianggap sebagai ancaman langsung yang datang dari arah kendaraan yang membawa keluarga tersebut.
Saat ini, fokus utama adalah pada proses audit internal yang dilakukan oleh Militer Israel untuk meninjau prosedur operasional standar (SOP) yang berlaku saat penembakan terjadi.
Penyelidikan ini diharapkan dapat memberikan kejelasan penuh mengenai bagaimana insiden tragis yang menewaskan seorang bayi berusia tujuh bulan tersebut bisa terjadi di tengah area yang sensitif tersebut.