HOTNEWS.ID - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah tegas dalam menanggulangi masalah penumpukan sampah yang sempat menghebohkan publik di kawasan pesisir Jakarta Utara. Fokus penanganan saat ini terpusat pada area Muara Angke yang sempat viral akibat tumpukan sampah yang masif.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, secara langsung memastikan bahwa upaya pembersihan sedang gencar dilakukan oleh jajaran dinas terkait. Tindakan cepat ini dilakukan sebagai respons terhadap kondisi lingkungan yang memprihatinkan dan menjadi sorotan masyarakat luas.

Salah satu dampak nyata dari penanganan darurat ini adalah berhasil diselesaikannya pembersihan tumpukan sampah yang sempat membentuk formasi seperti pulau. Proses pembersihan ini telah berlangsung selama kurang lebih empat hari terakhir.

Dalam proses penanganan darurat tersebut, tercatat total sebanyak 8.8 ton sampah berhasil diangkat dari lokasi Muara Angke. Angka ini menunjukkan skala permasalahan sampah yang dihadapi di wilayah pesisir ibu kota.

Menanggapi upaya pembersihan tersebut, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ali Lubis, memberikan apresiasi tinggi atas respons cepat yang ditunjukkan oleh Pemprov DKI. Ia menggarisbawahi peran aktif Dinas Lingkungan Hidup dan petugas lapangan dalam eksekusi pembersihan.

"Yang pertama saya mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dinas LH dan Petugas Lapangan serta seluruh pihak yang telah berhasil membersihkan tumpukan sampah di kawasan Muara Angke yang sempat viral sampai berbentuk pulau selama 4 hari ini sebanyak 8.8 ton," kata Ali kepada wartawan pada hari Senin, 8 Juni 2026.

Meskipun langkah pembersihan darurat diapresiasi, Ali Lubis menekankan bahwa penanganan sampah tidak boleh berhenti pada tahap pemulihan lokasi saja. Ia mendesak agar Pemprov DKI Jakarta segera merumuskan dan mengimplementasikan strategi jangka panjang.

Hal ini penting dilakukan agar kejadian serupa di Muara Angke tidak terulang di masa mendatang. Langkah jangka panjang diperlukan untuk memastikan pengelolaan sampah Ibu Kota berjalan lebih sistematis dan berkelanjutan.

Dilansir dari sumber berita, desakan ini muncul sebagai harapan agar ada perbaikan struktural dalam sistem pengelolaan sampah Jakarta secara keseluruhan. Solusi permanen dinilai lebih krusial dibandingkan sekadar penanganan insidental atas tumpukan sampah yang muncul.