HOTNEWS.ID - Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada hari Minggu pagi kemarin, yang melibatkan seorang remaja yang jatuh ke dalam sumur tua. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo segera dikerahkan untuk melakukan operasi penyelamatan yang krusial.
Operasi evakuasi tersebut berfokus pada penyelamatan korban yang terperosok ke dalam lubang sumur dengan kedalaman yang diperkirakan mencapai sekitar 25 meter di wilayah Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan. Situasi ini sempat menimbulkan kepanikan besar di kalangan keluarga dan warga sekitar lokasi kejadian.
Beruntung besar, setelah upaya penyelamatan yang intensif, korban berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup. Setelah berhasil dikeluarkan dari dasar sumur yang dilaporkan masih terisi air, remaja tersebut segera dibawa untuk mendapatkan penanganan medis awal.
Korban dalam insiden ini diketahui bernama Abimanyu, yang usianya masih menginjak 15 tahun. Peristiwa nahas ini terjadi saat Abimanyu sedang berpartisipasi aktif dalam kegiatan bersih-bersih rumah lama milik keluarganya.
Menurut keterangan, rumah yang sedang dibersihkan tersebut sebelumnya sempat dikontrakkan kepada pihak lain sebelum akhirnya digunakan kembali oleh keluarga. Kegiatan bersih-bersih ini dilakukan bersama dengan sang ayah di lokasi kejadian.
Kejadian ini terungkap setelah adanya kejanggalan dalam proses kerja bakti tersebut. "Peristiwa itu diketahui setelah korban tiba-tiba tidak terlihat saat kegiatan bersih-bersih berlangsung," ujar Masun.
Keluarga dan warga sekitar yang menyadari hilangnya Abimanyu langsung bergerak cepat untuk melakukan pencarian di area sekitar rumah. Pencarian ini dilakukan sebelum akhirnya mereka menemukan keberadaan korban di dasar sumur yang gelap dan berisi air.
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kronologi ini. "Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo Masun mengatakan korban bernama Abimanyu (15) terjatuh saat membantu ayahnya membersihkan rumah lama milik keluarga yang sebelumnya dikontrakkan," kutip Masun.
Kabar mengenai penyelamatan ini disampaikan kepada publik pada hari Senin (8/6/2026). Dilansir Antara, informasi ini mengonfirmasi bahwa upaya penanganan medis telah dilakukan sesegera mungkin pasca-evakuasi.