HOTNEWS.ID - Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) telah mengajukan sebuah proposal skema tarif baru untuk layanan transportasi publik TransJakarta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Usulan ini bertujuan untuk memberikan alternatif pembayaran yang lebih menguntungkan bagi masyarakat pengguna setia bus tersebut.

Salah satu fokus utama dari pengajuan ini adalah pengenalan skema tarif berlangganan atau langganan. Skema ini dirancang khusus untuk memberikan efisiensi biaya yang lebih signifikan bagi para komuter yang menggunakan TransJakarta setiap hari.

Usulan DTKJ mencakup beberapa opsi periode langganan yang dapat dipilih oleh masyarakat. Opsi yang diajukan mencakup paket tarif mingguan, paket dua mingguan, hingga paket berlangganan bulanan penuh.

Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua DTKJ, Sugihardjo, dalam keterangannya kepada awak media. DTKJ melihat bahwa model berlangganan adalah cara yang efektif untuk meningkatkan loyalitas pengguna transportasi umum.

"Kita mendorong tarif langganan. Di luar negeri banyak yang menggunakan sistem langganan," ujar Sugihardjo saat ditemui di Balai Kota Jakarta.

Sugihardjo menjelaskan bahwa konsep berlangganan ini bukanlah hal baru dalam dunia transportasi publik global. Banyak kota besar di berbagai negara telah menerapkan sistem serupa untuk menarik lebih banyak warga beralih dari kendaraan pribadi.

Tujuan utama dari penerapan skema tarif berlangganan ini adalah untuk mendorong masyarakat agar lebih rutin dan konsisten dalam menggunakan layanan TransJakarta. Dengan demikian, diharapkan terjadi peningkatan penggunaan transportasi massal di ibu kota.

Informasi ini disampaikan oleh Ketua DTKJ pada hari Selasa, tanggal 7 Juli 2026, saat berada di lingkungan Balai Kota Jakarta. Pemprov DKI Jakarta kini diharapkan dapat meninjau dan mempertimbangkan usulan efisiensi biaya ini.

Dikutip dari sumber yang memberitakan isu ini, DTKJ berharap skema tarif baru ini segera diimplementasikan demi kenyamanan dan penghematan bagi pekerja harian di Jakarta.