HOTNEWS.ID - Sebuah peristiwa geologis signifikan terjadi di wilayah perairan dekat Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, pada dini hari tadi. Gempa bumi dengan kekuatan yang cukup terasa mengguncang kawasan tersebut, memicu pembaruan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Peristiwa gempa ini tercatat memiliki kekuatan sebesar 5,5 magnitudo pada skala Richter. Kekuatan ini dikategorikan sebagai gempa menengah yang berpotensi dirasakan oleh masyarakat di wilayah terdampak.

Dampak langsung dari guncangan ini belum dilaporkan secara rinci mengenai kerusakan struktural, namun BMKG segera mengeluarkan pernyataan resmi terkait status kebencanaan. Prioritas utama adalah memastikan keselamatan publik dari potensi bahaya susulan maupun gelombang laut.

Waktu terjadinya guncangan ini adalah dini hari, tepatnya pada pukul 02.44 WIB. Kejadian pada jam tersebut merupakan periode istirahat bagi banyak warga, yang mungkin membuat mereka merasakan getaran dengan lebih jelas.

Titik episentrum gempa ini berada pada koordinat geografis 6.79 derajat Lintang Selatan (LS) dan 105.12 derajat Bujur Timur (BT). Koordinat ini mengindikasikan lokasi yang spesifik di lepas pantai barat daya Pulau Jawa.

Lokasi pasti pusat gempa ini berada sekitar 52 kilometer dari arah barat daya wilayah Sumur, Banten. Penentuan lokasi ini sangat krusial untuk pemetaan potensi dampak sekunder.

Informasi ini disampaikan secara resmi oleh otoritas terkait melalui media sosial resmi mereka. "52 Km barat daya Sumur-Banten," tulis akun X BMKG, seperti dilihat, Rabu (8/7/2026).

Lebih lanjut, BMKG juga memberikan penegasan penting mengenai potensi bahaya lanjutan dari gempa tersebut. Mereka memastikan bahwa berdasarkan analisis awal, guncangan ini tidak berpotensi menimbulkan ancaman tsunami.

Dilansir dari akun resmi BMKG, penegasan mengenai mitigasi bahaya menjadi fokus utama dalam rilis informasi dini hari tersebut. Hal ini bertujuan untuk menenangkan masyarakat yang mungkin sempat merasakan getaran kuat.