HOTNEWS.ID - Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah strategis dengan meresmikan keanggotaannya dalam pembentukan World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO). Keputusan ini menempatkan Indonesia pada posisi penting dalam kerja sama internasional di bidang kecerdasan artifisial.

Momen krusial ini diabadikan melalui penandatanganan dokumen keanggotaan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto. Penandatanganan dilakukan di sela-sela agenda Konferensi WAIC 2026 yang berlangsung di Shanghai, Tiongkok.

Keikutsertaan Indonesia dalam organisasi ini menunjukkan komitmen kuat terhadap penguatan kolaborasi di tingkat global. Fokus utama diarahkan pada pengembangan dan tata kelola kecerdasan artifisial (AI) secara berkelanjutan.

"Langkah ini menempatkan Indonesia di garis depan kerja sama internasional dalam ranah kecerdasan artifisial," demikian pernyataan yang disampaikan dalam rangka penandatanganan tersebut.

Acara penting ini diselenggarakan di Shanghai, Tiongkok, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Konferensi WAIC 2026. Lokasi ini menjadi saksi bisu penguatan diplomasi teknologi Indonesia.

Penandatanganan dokumen keanggotaan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, menegaskan keseriusan Indonesia dalam commitments ini. Beliau hadir langsung untuk mewakili negara.

"Keikutsertaan Indonesia dalam organisasi ini menegaskan komitmen kuatnya terhadap penguatan kolaborasi internasional," ujar perwakilan pemerintah yang hadir dalam acara tersebut.

Fokus utama dari keikutsertaan Indonesia adalah pada pengembangan dan tata kelola kecerdasan artifisial (AI) secara global. Hal ini mencakup aspek etika, keamanan, dan pemanfaatan AI yang bertanggung jawab.

"Fokus utama adalah pada pengembangan dan tata kelola kecerdasan artifisial (AI) secara global," tambah sumber yang terkait dengan delegasi Indonesia.