HOTNEWS.ID - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan pujian yang tidak lazim kepada Perdana Menteri Irak, Ali al-Zaidi, dengan menyebutnya sebagai sosok yang "muda dan tampan". Pernyataan ini disampaikan saat keduanya bertemu di Gedung Putih.

Pertemuan antara kedua pemimpin tersebut berlangsung pada Selasa (14/7/2026) waktu setempat. Momen ini menjadi sorotan publik karena komentar Trump yang tidak biasa.

Sebelumnya, Presiden Trump sempat mengutarakan niat Amerika Serikat untuk mengejar kesepakatan energi dan perdagangan yang signifikan dengan Irak. Hal ini termasuk potensi impor minyak dari negara Timur Tengah tersebut.

"Amerika Serikat akan mengejar perjanjian energi dan perdagangan besar dengan Irak, termasuk impor minyak," demikian pernyataan Trump yang menjadi konteks percakapannya dengan PM al-Zaidi.

Namun, pujian spesifik Trump mengenai penampilan fisik PM al-Zaidi justru menjadi fokus utama dan memicu berbagai tanggapan. Komentar tersebut kemudian berujung pada munculnya ejekan dan kritik dari publik.

Dilansir dari detikcom, momen ini terjadi pada Rabu (15/7/2026) saat berita ini dirangkum. Pertemuan bilateral tersebut seharusnya fokus pada isu-isu kenegaraan.

Pujian Trump yang terkesan personal dan mengomentari fisik pemimpin negara lain ini justru menyita perhatian lebih dari agenda pertemuan yang sesungguhnya. Hal ini menunjukkan bagaimana komentar yang tidak terduga dapat mengubah narasi pemberitaan.

Perlakuan Trump terhadap PM al-Zaidi ini menuai beragam reaksi di berbagai platform media. Banyak pihak menilai pujian tersebut kurang pantas disampaikan dalam forum diplomatik resmi.

Meskipun demikian, pertemuan ini secara resmi membahas potensi kerja sama ekonomi antara kedua negara. Harapannya, hubungan bilateral dapat semakin menguat melalui kesepakatan yang saling menguntungkan.