HOTNEWS.ID - Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Akmal Malik, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta atas keberhasilannya dalam menjaga stabilitas laju inflasi. Apresiasi ini disampaikan dalam momentum penting peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) DKI Jakarta yang ke-499.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Akmal Malik saat menyampaikan pidato resmi dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. Peristiwa penting ini diselenggarakan pada hari Senin, 22 Juni 2026, menandai perayaan hari jadi Ibu Kota Negara.

Akmal Malik merujuk pada data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan capaian positif di bidang ekonomi. Data tersebut mengonfirmasi bahwa inflasi tahunan (year-on-year/yoy) DKI Jakarta pada penghujung tahun 2025 berhasil dicatatkan sebesar 2,63%.

Menurut evaluasi Kemendagri, angka inflasi 2,63% tersebut berada dalam rentang target pengendalian inflasi yang ditetapkan secara nasional. Hal ini menunjukkan keberhasilan koordinasi antara berbagai pihak terkait dalam menjaga daya beli masyarakat.

Keberhasilan dalam menjaga stabilitas harga di Ibukota ini, menurutnya, tidak lepas dari kolaborasi sinergis antara jajaran Pemprov DKI Jakarta, dukungan dari DPRD, serta peran aktif Bank Indonesia. Kerjasama ini menjadi kunci utama stabilitas ekonomi mikro.

"Capaian ini tentunya menunjukkan kinerja yang sangat baik antara pemerintah Provinsi DKI Jakarta, tim pengendalian inflasi daerah dan didukung oleh DPRD DKI Jakarta, Bank Indonesia serta instansi vertikal, serta pelaku usaha lainnya, serta dukungan masyarakat dalam rangka menjaga keterjangkauan harga pokok serta ketersediaan pasokan kebutuhan pokok masyarakat," kata Akmal Malik.

Selain aspek ekonomi, Akmal Malik juga menyoroti kemajuan yang dicapai Jakarta dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis di tengah keragaman penduduknya yang sangat tinggi. Jakarta berfungsi sebagai rumah bagi masyarakat dengan latar belakang suku, agama, dan budaya yang berbeda-beda.

Ia menilai bahwa kondisi sosial di Jakarta telah mencerminkan kekayaan budaya Indonesia secara utuh. Hal ini terlihat dari berbagai forum kerukunan umat beragama dan kolaborasi lintas komunitas yang terus diperkuat dalam menjaga kohesi sosial.

"Kita menyadari bahwa kemajuan suatu kota tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi semata, diukur dari kemegahan infrastruktur semata atau tingginya investasi, tetapi juga kualitas dari kerukunan sosial yang mampu dijaga oleh masyarakatnya," ucap Akmal Malik.