HOTNEWS.ID - Pengungkapan mengejutkan datang dari pihak kepolisian mengenai identitas dua jenazah pria yang ditemukan mengambang di dalam selokan kawasan Jalan Mustikajaya, Cimuning, Kota Bekasi, Jawa Barat. Penemuan tragis ini awalnya menyisakan banyak tanda tanya besar di kalangan masyarakat sekitar.

Penyelidikan mendalam yang dilakukan oleh petugas kepolisian akhirnya membuahkan hasil signifikan dalam mengungkap kronologi di balik kematian kedua korban tersebut. Berdasarkan temuan di lapangan, dipastikan bahwa kedua pria itu merupakan peserta dalam sebuah aksi tawuran.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, memberikan klarifikasi resmi mengenai status kasus tersebut kepada publik. Hal ini dilakukan untuk meluruskan berbagai spekulasi yang berkembang luas mengenai penyebab kematian korban.

"Kami juga meluruskan bahwa yang kejadian di Bekasi Kota, itu bukan korban dari kejahatan jalanan ya, atau curas (pencurian dengan kekerasan). Tetapi itu merupakan karena impact akan dilaksanakannya aksi tawuran," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Senin (22/6/2026).

Dinyatakan bahwa kematian kedua korban tidak terkait dengan tindak kriminalitas jalanan seperti perampokan atau pencurian dengan kekerasan (curas) yang sempat diduga sebelumnya. Motif utama yang melatarbelakangi insiden ini adalah adanya rencana tawuran antar kelompok.

Akibat dari bentrokan yang dipicu oleh rencana tawuran tersebut, kedua korban dilaporkan mengalami luka serius akibat serangan senjata tajam. Hal ini menjadi titik terang baru dalam investigasi kasus penemuan jenazah di saluran air tersebut.

"Sehingga, lanjut dia, keduanya dibacok oleh pelaku," tambah penjelasan yang disampaikan oleh pihak kepolisian. Luka bacok tersebut menjadi indikasi kuat bahwa kekerasan yang terjadi melibatkan senjata tajam dalam skala yang fatal.

Sebagai tindak lanjut dari perkembangan kasus ini, pihak kepolisian berhasil mengamankan sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa memilukan tersebut. Proses penangkapan ini merupakan bagian dari upaya penegakan hukum lebih lanjut.

Kombes Budi Hermanto menyampaikan bahwa sejauh ini, petugas telah berhasil meringkus empat orang yang diduga terlibat langsung dalam insiden tawuran yang berujung pada kematian tersebut. Penangkapan ini diharapkan dapat mengungkap seluruh rangkaian peristiwa secara utuh.