HOTNEWS.ID - Sebuah insiden serius terjadi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, melibatkan dua petinggi di sebuah perusahaan teknologi informasi. Insiden ini bermula dari dugaan percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh seorang komisaris wanita berinisial T terhadap rekan kerjanya, Direktur Utama (Dirut) berinisial MHA.

Peristiwa ini menjadi sorotan publik setelah sebelumnya sempat dikategorikan sebagai kasus perampokan. Perkembangan penyelidikan menunjukkan adanya motif pribadi yang mendasari tindakan kekerasan tersebut.

Fakta mengejutkan terungkap bahwa motif utama di balik dugaan percobaan pembunuhan ini adalah rasa kesal pelaku terhadap korban. Pelaku merasa tersinggung dan sakit hati setelah disebut bekerja lambat oleh korban, yang merupakan atasannya di perusahaan yang sama.

Kronologi kejadian bermula pada Selasa (16/6) lalu, ketika korban, MHA, ditemukan dalam kondisi terluka di Jalan Pati, Menteng, Jakarta Pusat. Saat kejadian, MHA diketahui sedang berada di rumah milik T, tempat kejadian perkara utama.

Setelah penemuan korban, pihak T segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian dengan narasi awal sebagai dugaan perampokan. T menceritakan kepada penyidik bagaimana dugaan pelaku masuk ke dalam rumahnya.

"T sempat menjelaskan kepada penyidik bahwa orang itu masuk melalui bagian atas rumah," demikian keterangan awal yang disampaikan oleh pihak T kepada penyidik kepolisian.

Lebih lanjut, T juga mengklaim bahwa terjadi perselisihan antara korban dan orang tak dikenal tersebut di lokasi. "Kemudian kedua pelaku terlibat cekcok dengan MHA," isi keterangan yang disampaikan T kepada aparat penegak hukum.

Dalam situasi yang memanas tersebut, T disebut ikut mengambil tindakan. "Sehingga T naik ke atas dengan membawa pistol setrum," jelas keterangan yang diberikan oleh pihak T perihal keterlibatannya dalam insiden tersebut.

Dilansir dari detikcom, Minggu (21/6/2026), narasi awal mengenai perampokan kini telah bergeser seiring dengan terungkapnya motif dendam pribadi yang melibatkan hubungan kerja antara kedua petinggi perusahaan tersebut.