HOTNEWS.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melaksanakan operasi tangkap tangan (OTT) yang menargetkan Bupati Muara Enim. Penindakan hukum ini dilakukan sebagai respons terhadap dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di wilayah tersebut.

Dalam rangkaian operasi tersebut, pihak lembaga antirasuah berhasil mengamankan Bupati Muara Enim yang berinisial Edison. Penangkapan ini menjadi sorotan utama dalam upaya penegakan supremasi hukum di tingkat daerah.

Operasi senyap ini dilaporkan telah berlangsung sejak malam sebelumnya, hari Minggu. KPK mengonfirmasi bahwa proses pengamanan terhadap para pihak yang diduga terlibat telah dilakukan secara bertahap.

Total ada sepuluh orang yang berhasil diamankan oleh tim penyidik KPK selama pelaksanaan OTT berlangsung. Jumlah ini mencakup pejabat daerah hingga pihak swasta yang diduga terlibat dalam jaringan korupsi tersebut.

Salah satu barang bukti signifikan yang berhasil disita oleh KPK dalam OTT ini adalah sejumlah uang tunai. Uang tersebut ditemukan dalam jumlah yang signifikan saat pengamanan dilakukan.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan kasus ini kepada awak media. Beliau mengonfirmasi perihal barang bukti yang berhasil diamankan oleh tim di lapangan.

"Untuk barang bukti, sejauh ini terinformasi ada uang tunai senilai ratusan juta rupiah," kata Jubir KPK Budi Prasetyo di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2026).

Budi Prasetyo juga menjelaskan mengenai rentang waktu pelaksanaan operasi penindakan ini. "Budi menyebut kegiatan OTT ini berlangsung sejak kemarin malam," ujar Jubir KPK Budi Prasetyo.

Lebih lanjut, ia menegaskan jumlah total pihak yang diamankan dalam kegiatan penindakan tersebut. "Total ada 10 orang yang diamankan dalam OTT ini," tambah Juru Bicara KPK tersebut.