HOTNEWS.ID - Penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) memanggil jajaran manajemen dari penyelenggara Djakarta Warehouse Project (DWP). Pemanggilan ini dilakukan dalam rangka menindaklanjuti isu dugaan promosi produk tertentu selama acara berlangsung.
Adapun fokus pemeriksaan tersebut adalah mengenai dugaan promosi gas nitrous oxide (N2O) yang dikenal sebagai gas tertawa dengan merek 'Whip Pink'. Promosi ini dikabarkan terjadi berbarengan dengan penyelenggaraan DWP pada tahun 2023 yang lalu.
Direktur dari Ismaya Live, David Ferdian, merupakan salah satu perwakilan manajemen yang hadir memenuhi panggilan penyidik kepolisian tersebut. Ia tiba di gedung Bareskrim Polri yang berlokasi di Jakarta Selatan pada hari Senin, tepatnya pukul 15.00 WIB sore.
Selama kurang lebih satu jam menjalani pemeriksaan, David Ferdian dicecar dengan sejumlah pertanyaan oleh penyidik yang menangani kasus ini. Disebutkan bahwa ia menjawab sekitar 14 pertanyaan yang diajukan oleh pihak kepolisian.
David Ferdian menyampaikan bahwa kedatangan mereka ke Bareskrim Polri adalah untuk memberikan dukungan penuh terhadap proses kerja penyidik yang sedang berjalan. Hal ini dilakukan guna memperjelas duduk perkara yang sedang diselidiki.
"Kita memberi klarifikasi hari ini untuk mendukung rekan-rekan di penyidik di Mabes Polri juga," kata David Ferdian kepada awak media setelah selesai menjalani pemeriksaan pada Senin (8/6/2026).
Pernyataan David Ferdian tersebut menegaskan bahwa manajemen DWP bersikap kooperatif dalam proses hukum yang sedang berlangsung terkait isu promosi yang menyeret nama acara festival musik tersebut.
Dikutip dari sumber berita, manajemen penyelenggara DWP hadir untuk memberikan klarifikasi atas tuduhan bahwa mereka terlibat dalam promosi gas N2O bersamaan dengan gelaran DWP tahun 2023.
Fakta yang terungkap adalah Direktur Ismaya Live, David Ferdian, tiba di Bareskrim Polri pada Senin (8/6) sekitar pukul 15.00 WIB dan menjawab 14 pertanyaan dari penyidik.