HOTNEWS.ID - Perjalanan Tim Nasional Argentina menuju Piala Dunia 2026 kini dihadapkan pada sebuah fakta statistik yang menarik perhatian sekaligus menimbulkan kekhawatiran. Lionel Messi dan rekan-rekannya dikabarkan menghadapi potensi hambatan tak terduga menyusul sorotan media Argentina mengenai kutukan peringkat FIFA.
Saat ini, Argentina dijadwalkan akan melakoni laga krusial di babak perempat final Piala Dunia 2026 melawan Swiss. Pertandingan penting tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Kansas City pada Minggu (12/7) pagi waktu Indonesia.
Tim Tango memiliki ambisi besar untuk mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih sebelumnya, sebuah pencapaian yang belum pernah diraih oleh Argentina dalam sejarah mereka. Namun, hasrat besar tersebut kini dibayangi oleh temuan unik yang diangkat oleh media Argentina.
Dilansir dari Tycs Sports, terungkap sebuah fakta bahwa sejak sistem peringkat FIFA pertama kali diperkenalkan pada tahun 1992, belum ada satu pun tim yang menduduki posisi puncak dalam daftar peringkat tersebut yang berhasil keluar sebagai juara Piala Dunia.
Kondisi ini menjadi relevan karena Timnas Argentina menempati posisi teratas dalam ranking FIFA ketika turnamen Piala Dunia 2026 dimulai. Posisi elite ini berhasil diraih Argentina setelah mereka memenangkan dua laga uji coba pra-turnamen melawan Honduras (2-0) dan Islandia (3-0).
Keuntungan Argentina mencapai posisi nomor satu ranking FIFA juga dibantu oleh hasil yang kurang maksimal dari rival terdekat mereka, Prancis dan Spanyol, dalam laga pemanasan sebelum Piala Dunia. Hal ini termasuk hasil imbang Spanyol kontra Irak 1-1 sebelum turnamen dimulai.
"Dalam pemberitaannya, Tyc Sports menyebut sejak ranking FIFA pertama kali dibuat pada 1992, tidak ada tim yang menempati posisi pertama dalam pada ranking FIFA akan jadi juara Piala Dunia," demikian disimpulkan media tersebut mengenai fenomena statistik ini.
Sejarah mencatat bahwa pada Piala Dunia 1994, Jerman yang berada di posisi teratas saat turnamen dimulai, harus tersingkir di babak perempat final setelah kalah 1-2 dari Bulgaria.
Fenomena serupa terjadi pada Piala Dunia 1998, di mana Brasil yang berstatus juara bertahan sekaligus tim nomor satu dunia kala itu, takluk 0-3 dari tuan rumah Prancis dalam perjalanannya.