HOTNEWS.ID - Panggung sepak bola Asia Tenggara kembali bergema dengan dimulainya Piala AFF 2026 pada Jumat, 24 Juli. Turnamen tahunan ini akan menyajikan pertandingan menarik yang dinanti-nantikan oleh para penggemar sepak bola di seluruh kawasan.
Laga pembuka yang tak kalah seru akan mempertemukan tim nasional Kamboja melawan Singapura. Pertandingan perdana ini dijadwalkan berlangsung di Morodok Techno National Stadium, Phnom Penh, menandai dimulainya gelaran akbar ini.
Pertemuan antara Kamboja dan Singapura ini bukanlah kali pertama, melainkan sebuah ulangan dari edisi Piala AFF 2024. Pada pertemuan sebelumnya, Kamboja harus mengakui keunggulan Singapura dengan skor 1-2 dalam babak penyisihan Grup A.
Namun, Kamboja kini hadir dengan kekuatan yang berbeda dan tidak bisa dipandang sebelah mata. Perubahan signifikan terlihat dari komposisi pemain mereka, terutama setelah mendatangkan sejumlah pemain naturalisasi.
Salah satu amunisi baru Kamboja adalah striker berdarah Brasil, Iago Bento, yang baru saja dinaturalisasi. Kehadirannya menambah amunisi tim bersama enam pemain keturunan lainnya yang telah lebih dulu bergabung dalam skuad.
Keenam pemain keturunan tersebut adalah Hikaru Mizuno, Yudai Ogawa, Mohammed Faeez, Coulibaly Abdel Kader, Rafael Andres Nieto Rondon, dan Takaki Ose. Kombinasi pemain naturalisasi ini diharapkan menjadi kekuatan baru bagi Kamboja.
"Gerbong naturalisasi ini menjadi kekuatan baru Kamboja menatap Piala AFF 2026. Menarik dinanti apakah strategi Kamboja bisa membuat mereka berbicara lebih jauh di turnamen dua tahunan edisi kali ini," demikian kutipan yang disampaikan dalam pemberitaan, mencerminkan optimisme terhadap potensi tim.
Di sisi lain, kesebelasan Vietnam juga akan memulai kiprahnya dalam turnamen ini dengan menghadapi Timor Leste. Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Chonburi, Thailand, dengan prediksi kekuatan yang cukup timpang.
Vietnam, yang merupakan salah satu tim favorit juara, memiliki rekam jejak mentereng di Piala AFF. Mereka tercatat sebagai kolektor gelar terbanyak kedua di bawah Thailand, dengan raihan tiga trofi juara.