HOTNEWS.ID - Tim Search and Rescue (SAR) telah memperluas area operasi pencarian korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Nurul Salsa. Keputusan ini diambil pada hari keempat operasi, menyasar perairan di sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Luas area penyisiran kini ditingkatkan secara signifikan menjadi 448 nautical mile persegi. Perluasan ini merupakan hasil evaluasi mendalam terhadap berbagai faktor krusial yang memengaruhi pergerakan korban.
"Kami membagi sektor pencarian agar proses penyisiran lebih efektif. Kami juga terus memperhitungkan faktor cuaca, arah angin, dan arus laut sebagai dasar penentuan area pencarian," ungkap Kepala Basarnas Kelas A Makassar Muhammad Arif Anwar.
Untuk mengoptimalkan efektivitas pencarian, tim gabungan membagi wilayah operasi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). Setiap SRU memiliki tugas dan area cakupan yang spesifik.
SRU 1 mengerahkan kapal nelayan dari Kepulauan Sabalana untuk menyisir sektor pertama seluas 140 nautical mile persegi. Area ini mencakup perairan di sekitar Pulau Sabalana dan Pulau Mataalang.
Sementara itu, SRU 2 memaksimalkan armada KN SAR Kamajaya 104. Unit ini bertugas memetakan sektor kedua yang lebih luas, yakni 308 nautical mile persegi, meliputi wilayah perairan dari Pulau Mataalang hingga Selat Makassar.
Kekuatan operasi penyelamatan ini semakin bertambah dengan bergabungnya kapal KN Pacitan. Armada ini didatangkan khusus dari Kendari, Sulawesi Tenggara, untuk memperkuat upaya pencarian yang sedang berlangsung.
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari posko gabungan, KM Nurul Salsa diketahui mengangkut total 78 orang saat insiden tragis ini terjadi. Jumlah ini menjadi acuan utama dalam perhitungan korban.
Dari total 78 penumpang, sebanyak 52 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Sementara itu, satu orang dilaporkan meninggal dunia, sehingga menyisakan 25 orang yang masih dalam status pencarian intensif.