HOTNEWS.ID - Pemerintah Republik Indonesia kini sedang melakukan penataan ulang strategis terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah berjalan. Evaluasi ini dilakukan guna memastikan bahwa alokasi anggaran program dapat memberikan manfaat yang lebih tepat sasaran kepada masyarakat yang paling membutuhkan.
Fokus utama dalam evaluasi ini diarahkan pada penguatan intervensi gizi bagi kelompok rentan dan wilayah geografis yang memiliki tantangan akses. Kelompok yang dimaksud mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, yang sering disebut sebagai kelompok 3B.
Selain fokus pada kelompok usia rentan, pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Peningkatan perhatian ini bertujuan mengatasi keterbatasan akses dan sumber daya yang selama ini dihadapi oleh daerah-daerah tersebut.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menjelaskan bahwa kelompok 3B menjadi sasaran prioritas karena intervensi gizi pada mereka terbukti paling efektif dalam upaya menekan prevalensi stunting di Indonesia.
"Yang notabene memang intervensi kalau bicara stunting itu paling maksimal ada di situ," ujar Muhammad Qodari dalam keterangan resminya pada hari Jumat, 26 Juni 2026.
Peningkatan perhatian pada wilayah 3T juga merupakan bagian integral dari penataan ulang program tersebut. Wilayah ini seringkali membutuhkan perhatian ekstra dalam hal penyediaan layanan publik dan sumber daya pendukung.
"Jadi, bagaimana daerah-daerah yang tertinggal, terluar, terpencil, yang notabene mungkin selama ini perhatian masih kurang, sumber daya juga kurang, itu yang akan diprioritaskan," tambah Qodari.
Menurut Qodari, tujuan menyeluruh dari evaluasi ini adalah untuk memperbaiki tata kelola Program MBG sehingga kualitas layanan yang diterima masyarakat meningkat. Peningkatan ini mencakup kualitas kandungan gizi hingga aspek higienitas makanan yang disajikan.
"Jadi, saya kira banyak sekali perubahan yang akan terjadi ke depan. Insya Allah akan meningkatkan kualitas gizi, kualitas kesehatan, higienitas dari MBG yang diterima oleh anak-anak kita, oleh ibu hamil dan ibu menyusui," ungkapnya.