HOTNEWS.ID - Situasi darurat terus menyelimuti Venezuela setelah serangkaian gempa kembar dengan kekuatan signifikan mengguncang wilayah tersebut pada Rabu sore, tepatnya tanggal 24 Juni. Bencana alam ini telah menimbulkan kerusakan infrastruktur yang luas serta korban jiwa yang terus meningkat.

Perkembangan terbaru mengonfirmasi bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat gempa dahsyat tersebut kini telah mencapai angka 235 orang. Angka ini merupakan pembaruan resmi yang disampaikan oleh pihak berwenang setempat menyusul intensifikasi proses evakuasi.

Operasi pencarian dan penyelamatan terhadap para korban yang diperkirakan masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang runtuh masih terus diintensifkan oleh tim gabungan. Upaya keras ini dilakukan untuk menemukan korban selamat maupun mengidentifikasi korban yang telah meninggal dunia.

Informasi mengenai peningkatan jumlah korban jiwa ini disampaikan secara resmi pada hari Jumat (26/6/2026), sebagaimana dikutip dari kantor berita internasional Reuters dan AFP. Pihak berwenang terus memantau situasi di lapangan untuk memberikan data yang paling akurat.

Menteri Kesehatan Venezuela, Carlos Alvarado, menjadi juru bicara resmi yang mengumumkan peningkatan signifikan dalam jumlah korban jiwa tersebut dalam sebuah pernyataan terbarunya. Pernyataan ini memberikan gambaran terkini mengenai skala tragedi yang terjadi.

Dalam sesi wawancara dengan televisi pemerintah pada Kamis malam waktu setempat, Menteri Alvarado menyampaikan kesedihannya atas perkembangan situasi ini. "Sayangnya, kami telah menerima sekitar 235 pasien yang tiba tanpa tanda-tanda vital atau meninggal dunia saat tiba di pusat-pusat layanan kesehatan kami," kata Carlos Alvarado.

Kutipan tersebut menegaskan bahwa angka 235 merupakan akumulasi pasien yang tidak dapat diselamatkan setibanya mereka di fasilitas medis, terlepas dari upaya pertolongan pertama yang diberikan. Ini menunjukkan dampak serius dari kekuatan gempa yang melanda.

Peristiwa gempa kembar ini terjadi pada hari Rabu (24/6) sore, yang menyebabkan banyak bangunan mengalami kerusakan struktural parah dan roboh seketika. Lokasi utama terdampak bencana ini tersebar di beberapa wilayah Venezuela yang mengalami guncangan terkuat.

Pihak pemerintah Venezuela saat ini sedang memfokuskan sumber daya untuk penanganan darurat dan pemulihan pasca-bencana. Mereka juga berupaya memastikan akses medis bagi korban luka-luka yang berhasil dievakuasi dari lokasi reruntuhan.