HOTNEWS.ID - Ketegangan mewarnai persiapan Argentina menjelang partai puncak Piala Dunia 2026. Pelatih Lionel Scaloni melayangkan protes keras kepada FIFA terkait jadwal latihan dan pemulihan timnya yang dianggap tidak proporsional.

Argentina berhasil menembus final setelah mengalahkan Inggris dengan skor 2-1 dalam laga yang berlangsung dramatis pada Rabu, 15 Juli malam. Kemenangan ini membawa timnas berjuluk La Albiceleste ini melaju ke final Piala Dunia untuk ketujuh kalinya.

Namun, tim lawan, Spanyol, menikmati keunggulan waktu istirahat yang lebih panjang. La Furia Roja sudah lebih dulu memastikan tiket final di New Jersey setelah menyingkirkan Prancis, sehari sebelum pertandingan semifinal Argentina.

Perbedaan waktu pertandingan ini berdampak pada logistik tim. Spanyol dilaporkan telah bertolak menuju New Jersey sejak Rabu malam, tepat sehari setelah kemenangan mereka atas Prancis.

Sementara itu, skuad Argentina baru bisa tiba di wilayah timur laut Amerika Serikat tersebut pada Kamis, 16 Juli, menjelang tengah malam.

Dalam konferensi pers pada Jumat, 17 Juli, waktu setempat, Scaloni tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap FIFA. Ia merasa badan sepak bola dunia tersebut kurang peka terhadap kondisi fisik para pemainnya.

"Kami baru bisa beristirahat karena baru tiba tadi malam sekitar pukul 11. Hari ini, mereka [FIFA] memaksa kami berlatih di waktu yang sebenarnya tidak kami inginkan," keluh Scaloni, sebagaimana dikutip dari Give Me Sport.

"Akibat jadwal konferensi pers dan urusan lainnya, kami terpaksa menjalani sesi latihan yang aneh dan terburu-buru. Kami bahkan hampir tidak sempat menguji taktik apa pun di lapangan," imbuhnya.

Scaloni menekankan bahwa prioritas utama timnya saat ini adalah memulihkan kebugaran pemain. Beberapa pemain kunci Argentina diketahui belum dalam kondisi fisik prima akibat padatnya jadwal turnamen.