HOTNEWS.ID - Rusia dilaporkan telah merampungkan produksi gelombang pertama dari 20 unit jet tempur Sukhoi Su-35 yang merupakan bagian dari pesanan Iran. Langkah ini dianggap sebagai upaya modernisasi terbesar bagi armada Angkatan Udara Iran dalam beberapa dekade terakhir.

Puluhan jet tempur generasi 4.5 tersebut diproduksi di fasilitas Pabrik Penerbangan Komsomolsk-on-Amur milik Rusia. Saat ini, Kementerian Pertahanan Iran tengah menanggung biaya perawatan dan pemeliharaan pesawat tersebut yang masih terparkir di Rusia sambil menunggu jadwal pengiriman resmi.

"Pengiriman armada tempur ini bakal dimulai pada tahun 2026," ujar sumber internal berdasarkan informasi yang diperoleh dari Military Watch Magazine. Kendati demikian, terdapat potensi adanya penundaan dalam proses pengiriman tersebut akibat kerusakan infrastruktur di Pangkalan Udara Hamadan.

Saat ini, tim teknis sedang berupaya keras memperbaiki infrastruktur yang rusak di pangkalan udara tersebut sebagai bagian dari persiapan penerimaan jet tempur canggih tersebut. Sebelum kedatangan pesawat utama, Rusia dijadwalkan mengirimkan simulator penerbangan canggih untuk melatih kesiapan operasional pilot Iran.

Sebagai bagian dari persiapan transisi, Iran telah memulai pelatihan pilot sejak menerima jet latih Yakovlev Yak-130 pada September 2023. Latihan ini merupakan komponen penting dalam program jangka panjang untuk mempersiapkan transisi ke kokpit Su-35.

Sukhoi Su-35, yang memiliki kode NATO Flanker-M, memiliki radius tempur hampir 1.600 kilometer, memungkinkan serangan jarak jauh ke wilayah musuh. Keunggulan utama pesawat ini adalah kemampuannya beroperasi dari landasan pacu yang pendek atau darurat, mengurangi ketergantungan pada pangkalan utama yang rentan.

Meskipun secara teknologi berada di bawah jet tempur siluman seperti F-35 AS atau J-16 China, Su-35 tetap diakui sebagai salah satu jet tempur modern yang teruji di medan perang dengan sistem rudal udara-ke-udara yang terus diperbarui.

Dokumen industri militer Rusia yang sempat bocor akhir tahun lalu mengindikasikan bahwa total pesanan Iran mencakup 48 unit Su-35. United Aircraft Corporation (UAC) dilaporkan terus meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan besar ini.

Akibat fokus pada pesanan Iran, pasokan Su-35 untuk Angkatan Dirgantara Rusia sendiri diperkirakan akan mengalami pengurangan dalam dua hingga tiga tahun ke depan karena Moskow memprioritaskan pemenuhan pesanan Teheran.