HOTNEWS.ID - Pemerintah Kabupaten Tabanan, Bali, mengambil langkah proaktif untuk meningkatkan keselamatan para siswa dalam program Angkutan Trans Siswa. Kolaborasi strategis dijalin dengan TransTRACK, sebuah perusahaan teknologi yang mengkhususkan diri pada digitalisasi operasional kendaraan melalui Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI).
Sebanyak 244 unit armada yang melayani 103 trayek Angkutan Trans Siswa kini telah dilengkapi dengan perangkat Global Positioning System (GPS). Teknologi ini memungkinkan pemantauan pergerakan kendaraan secara real-time, memberikan visibilitas penuh atas setiap perjalanan siswa.
Inisiatif ini merupakan bagian integral dari Program Ayo Selamat Sekolah yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan. Tujuannya adalah mengintegrasikan teknologi canggih untuk pemantauan kendaraan dengan upaya penguatan kesiapan dan kedisiplinan para pengemudi.
Program komprehensif ini melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pemangku kepentingan. Di antaranya adalah Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Tabanan, serta pihak-pihak terkait lainnya yang memiliki peran dalam memastikan keamanan transportasi pelajar.
Keselamatan dalam transportasi pelajar memang menjadi prioritas utama dalam pelayanan angkutan publik di wilayah Bali. Data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali menunjukkan gambaran yang perlu menjadi perhatian serius.
"Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 8.498 kasus kecelakaan lalu lintas di Bali, dengan angka korban meninggal dunia mencapai 261 jiwa," demikian data yang dipublikasikan oleh BPS Provinsi Bali.
Faktor manusia diidentifikasi sebagai akar permasalahan utama dari tingginya angka kecelakaan di jalan raya. Kelalaian pengemudi dan pelanggaran lalu lintas kerap menjadi penyebab dominan insiden tersebut.
Hal ini diperkuat oleh pernyataan dari Kepolisian Daerah (Polda) Bali, yang menyatakan bahwa "faktor kelalaian pengemudi dan pelanggaran lalu lintas masih menjadi penyebab utama kecelakaan di wilayah tersebut," demikian menurut informasi dari Polda Bali.
Perangkat GPS yang terpasang pada armada Trans Siswa diharapkan dapat memberikan data penting untuk analisis pola perjalanan dan perilaku pengemudi. Informasi ini akan digunakan untuk evaluasi dan peningkatan kualitas layanan di masa mendatang.