HOTNEWS.ID - Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan dan pengembangan masyarakat setelah dikonfirmasi adanya tiga peserta program Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia (SPPI) yang meninggal dunia. Peristiwa tragis ini terjadi saat para peserta tengah menjalani kegiatan latihan dasar kemiliteran (latsarmil).
Pihak Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) segera menyampaikan belasungkawa mendalam atas insiden yang menimpa peserta dari program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNPM) tersebut. Tragedi ini memicu desakan serius untuk meninjau ulang seluruh prosedur pelaksanaan program.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, menjadi salah satu yang paling vokal menyoroti perlunya transparansi dan perbaikan sistemik terhadap program tersebut. Ia menekankan bahwa evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh dan mendalam.
Evaluasi ini, menurut pandangan Komisi I, harus mencakup seluruh tahapan program, mulai dari proses awal pendaftaran hingga implementasi latihan di lapangan. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi celah atau kelemahan dalam penyelenggaraan SPPI.
"Diperlukan adanya evaluasi sejak dari tahap pemeriksaan administrasi persyaratan hingga pelaksanaan pelatihan," ujar Anton Sukartono Suratto kepada wartawan pada hari Jumat, 26 Juni 2026. Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi peninjauan ulang prosedur baku.
Secara spesifik, fokus utama evaluasi harus diarahkan pada aspek kesehatan para peserta sipil yang mengikuti kegiatan yang menuntut fisik tersebut. Persyaratan kesehatan dianggap krusial untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.
Anton juga secara eksplisit meminta agar standar pemeriksaan kesehatan bagi peserta sipil tidak boleh sekadar memenuhi formalitas administrasi belaka. Penekanan ini menunjukkan adanya dugaan bahwa verifikasi kesehatan sebelumnya mungkin kurang memadai.
"Pertama, pemeriksaan kesehatan bagi peserta sipil harus diperketat, tidak boleh sekadar memenuhi syarat formalitas," tegas Anton Sukartono Suratto, menekankan perlunya ketelitian ekstra dalam asesmen kondisi fisik calon peserta.
Dilansir dari berbagai sumber, Komisi I DPR RI menantikan respons cepat dari pihak penyelenggara SPPI dan instansi terkait untuk segera mengambil langkah perbaikan demi menjamin keselamatan peserta di masa mendatang.