HOTNEWS.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta baru-baru ini mengumumkan pembukaan kesempatan kerja yang cukup signifikan melalui program padat karya. Total terdapat 2.843 posisi yang disediakan untuk warga ibu kota yang membutuhkan pekerjaan.
Program strategis ini dirancang untuk menyerap tenaga kerja yang ada di wilayah Jakarta, sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mengatasi isu ketenagakerjaan lokal. Salah satu daya tarik utama dari program ini adalah sistem pengupahan yang telah disetarakan dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta.
Langkah proaktif Pemprov DKI Jakarta ini langsung mendapatkan respons positif dari pihak legislatif di ibu kota. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta memberikan apresiasi terhadap inisiatif yang diambil oleh eksekutif tersebut.
Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, secara khusus memberikan tanggapan mengenai kebijakan ini. Beliau melihat program ini sebagai respons nyata terhadap tantangan ketenagakerjaan di Jakarta saat ini.
Menurut pandangan Kenneth, program padat karya ini memiliki potensi besar untuk menjadi jembatan penting. Jembatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memperkuat daya saing tenaga kerja yang ada di Jakarta.
"Apresiasi saya sampaikan terhadap inisiatif pemerintah daerah dalam merespons isu ketenagakerjaan di wilayahnya," ujar Hardiyanto Kenneth, menyampaikan dukungannya terhadap kebijakan tersebut.
Kemendikbudristek Resmi Gelar OSN 2026, Kecerdasan Buatan Jadi Fokus Baru Kompetisi Sains
Dilansir dari INFOTREN.ID, penetapan upah setara UMP ini menjadi penekanan penting dalam program tersebut. Hal ini menjamin bahwa para peserta program mendapatkan kompensasi yang layak sesuai standar minimum ketenagakerjaan di DKI Jakarta.
Penyediaan 2.843 lowongan ini menunjukkan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk memastikan bahwa roda perekonomian terus berputar sekaligus memberikan lapangan kerja bagi masyarakatnya. Program ini diharapkan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan warga.
"Program padat karya ini diharapkan dapat menjadi jembatan peningkatan kualitas dan daya saing SDM Jakarta," kata Hardiyanto Kenneth, menegaskan fungsi ganda dari inisiatif tersebut.