HOTNEWS.ID - Bencana alam dahsyat melanda Provinsi Nuristan di Afghanistan, memicu banjir bandang yang signifikan. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran besar atas keselamatan ratusan penduduk setempat.

Peristiwa tragis ini dilaporkan terjadi pada hari Selasa, 21 Juli 2026. Dampak banjir telah menyebabkan hilangnya kontak dengan lebih dari seratus orang, menciptakan situasi pencarian dan penyelamatan yang mendesak.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana Afghanistan (ANDMA) telah mengkonfirmasi temuan awal mengenai korban jiwa. Hingga kini, setidaknya dua puluh jenazah telah berhasil diidentifikasi dan ditemukan.

Selain korban tewas, gelombang banjir ini juga menimbulkan banyak korban luka. ANDMA melaporkan bahwa lebih dari delapan puluh orang mengalami cedera akibat terjangan banjir yang kuat.

"Sedikitnya 20 jenazah telah ditemukan," demikian pernyataan resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana Afghanistan (ANDMA), menggarisbawahi skala tragedi ini.

Lebih lanjut, otoritas penanggulangan bencana di Afghanistan juga merinci jumlah korban yang terluka. "Lebih dari 80 orang mengalami luka-luka akibat banjir," tegas pernyataan ANDMA, menunjukkan dampak luas dari bencana ini.

Kejadian ini memerlukan perhatian dan respons cepat dari berbagai pihak, baik di tingkat lokal maupun internasional, untuk membantu korban dan melakukan upaya pemulihan.

Situasi di Provinsi Nuristan saat ini masih dalam tahap penanganan darurat, dengan fokus pada pencarian korban hilang dan perawatan bagi mereka yang terluka.

Dikutip dari AFP, laporan ini menyoroti kerentanan Afghanistan terhadap bencana alam, terutama di wilayah pegunungan yang rentan terhadap banjir bandang.