HOTNEWS.ID - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) telah menetapkan kebijakan alokasi produksi gas dari Blok Kutei North Hub yang mayoritas akan diprioritaskan untuk kebutuhan dalam negeri. Keputusan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung pertumbuhan sektor industri di Indonesia.

Sebanyak 72% dari total produksi gas Blok Kutei North Hub dipastikan akan dialokasikan untuk pasar domestik. Angka ini menunjukkan komitmen SKK Migas dalam memenuhi permintaan energi di dalam negeri sebelum mengekspornya ke pasar internasional.

Ketua SKK Migas, Djoko Siswanto, merinci distribusi alokasi domestik tersebut. Sekitar 52% dari total produksi direncanakan untuk disalurkan melalui jaringan pipa.

Saluran pipa ini akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan vital seperti industri, pembangkit listrik, serta pasokan gas untuk rumah tangga. Alokasi ini setara dengan 2.040 million standard cubic feet (MMscf) gas.

Selain itu, 12% dari produksi gas domestik, atau sekitar 453 MMscf, dialokasikan untuk pasokan gas alam cair atau liquified natural gas (LNG) domestik. Pemanfaatan LNG domestik ini penting untuk menjangkau wilayah yang belum terhubung jaringan pipa.

Sebagai tambahan, 8% dari alokasi domestik, yang setara dengan 328 MMscf, akan disiapkan sebagai cadangan atau buffer pasokan LNG. Ketersediaan cadangan ini penting untuk menjaga stabilitas pasokan di tengah fluktuasi permintaan.

Sementara itu, porsi ekspor dari Blok Kutei North Hub dialokasikan sebesar 28%. Jumlah ini setara dengan 1.075 MMscf produksi gas yang akan dikonversi menjadi LNG untuk pasar internasional.

Djoko Siswanto menjelaskan lebih lanjut mengenai pemanfaatan gas domestik. "Untuk gas pipanya itu 52% untuk kebutuhan industri di sekitar Kalimantan, termasuk kelistrikan, ada industri pupuk, ada petrokimia, ada amonia, ada metanol. Kemudian juga untuk pasokan LNG," ujar Djoko.

Pernyataan tersebut disampaikan Djoko Siswanto usai menghadiri Seremoni Pemotongan Baja Perdana Proyek North Hub yang diselenggarakan di Kepulauan Riau pada hari Kamis, 23 Juli 2026.