HOTNEWS.ID - Militer Amerika Serikat (AS) telah mengonfirmasi dimulainya operasi serangan balasan terhadap Iran. Langkah ini diambil sebagai respons langsung atas insiden penembakan jatuh helikopter Apache milik Angkatan Darat AS sehari sebelumnya.

Peristiwa krusial ini berpusat di wilayah Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang sangat vital bagi perdagangan global. Jatuhnya helikopter tersebut menjadi pemicu utama bagi respons militer yang kini sedang berlangsung.

Komando Pusat AS secara resmi mengumumkan dimulainya operasi pertahanan diri tersebut melalui akun media sosial X mereka. Pengumuman ini memberikan keterangan waktu yang spesifik mengenai kapan serangan balasan tersebut dimulai.

"Pasukan Amerika mulai melancarkan serangan pertahanan diri terhadap Iran, pada pukul 17.00 ET (04.00 WIB) hari ini atas arahan Panglima Tertinggi, sebagai respons terhadap jatuhnya helikopter Apache Angkatan Darat AS kemarin," demikian pernyataan yang dirilis oleh Komando Pusat AS.

Pernyataan tersebut juga menegaskan bahwa tindakan yang diambil oleh Amerika Serikat ini bukanlah eskalasi tanpa dasar. Misi yang diluncurkan ini memiliki tujuan yang sangat terukur dan telah ditetapkan sebelumnya.

"Misi ini merupakan respons proporsional terhadap agresi Iran yang tidak dapat dibenarkan," tambah Komando Pusat AS dalam keterangan resminya.

Keputusan untuk melancarkan serangan balasan ini diambil langsung di bawah arahan langsung dari Panglima Tertinggi Amerika Serikat. Hal ini menunjukkan tingginya tingkat persetujuan dan urgensi dari pemerintah pusat.

Insiden penembakan jatuh helikopter Apache tersebut secara tegas dikategorikan sebagai bentuk agresi yang tidak dapat diterima oleh pihak Washington. Oleh karena itu, respons proporsional dianggap perlu untuk menegakkan prinsip pertahanan diri.

Dilansir dari AFP pada Rabu (10/6/2026), perkembangan situasi ini menunjukkan peningkatan ketegangan yang signifikan antara kedua negara di kawasan Timur Tengah.