HOTNEWS.ID - Hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran kembali diliputi ketegangan menyusul pengumuman terbaru dari Angkatan Laut AS. Pihak militer Amerika Serikat secara resmi menyatakan akan kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan yang berada di bawah kendali Iran.

Langkah ini akan diimplementasikan oleh Joint Maritime Information Centre (JMIC), sebuah badan yang berada di bawah komando Angkatan Laut AS. Blokade tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada pukul 20.00 GMT, tanggal 14 Juli.

Jika disesuaikan dengan zona waktu Indonesia, aksi ini akan dimulai pada tanggal 15 Juli pukul 03.00 WIB. Keputusan strategis ini diketahui telah mendapatkan persetujuan langsung dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

"Komando Pusat AS (US Central Command) akan mulai memberlakukan blokade angkatan laut terhadap seluruh pelabuhan dan wilayah pesisir Iran," demikian pernyataan resmi yang dirilis oleh JMIC. Pernyataan ini dikutip dari Al Jazeera pada hari Selasa, 14 Juli 2026.

Keputusan ini menandai peningkatan signifikan dalam tekanan militer terhadap Iran. Blokade pelabuhan secara historis menjadi salah satu alat kebijakan luar negeri yang digunakan untuk membatasi pergerakan barang dan aktivitas ekonomi negara target.

Implikasi dari blokade ini diperkirakan akan sangat luas, tidak hanya berdampak pada aktivitas maritim Iran tetapi juga berpotensi memengaruhi perdagangan internasional dan stabilitas regional. Ketegangan yang meningkat ini memerlukan perhatian cermat dari komunitas internasional.

Pemberlakuan blokade ini merupakan salah satu bentuk penegasan kekuatan maritim Amerika Serikat di kawasan strategis Teluk Persia. Langkah ini juga mencerminkan kelanjutan dari kebijakan AS yang cenderung mengambil sikap tegas terhadap Iran.

Pihak Amerika Serikat belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai durasi atau cakupan spesifik dari blokade yang akan diberlakukan. Perkembangan lebih lanjut dari situasi ini akan terus dipantau.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: News.detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.