HOTNEWS.ID - Kabar penting datang dari dunia sepak bola Indonesia di mana Mitchell Baker secara resmi telah mengucap sumpah sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). Momen bersejarah ini menandai langkah awal bagi sang penyerang untuk membela Timnas Garuda di berbagai ajang internasional.
Prosesi pengambilan sumpah yang berlangsung pada Senin, 13 Juli, ini diselenggarakan di Kantor Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Jakarta. Acara ini turut dihadiri oleh tokoh penting sepak bola nasional.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI yang juga Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, serta anggota Komite Eksekutif PSSI yang juga Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, tampak mendampingi Mitchell Baker dalam momen penting tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap proses naturalisasi ini.
Dengan status barunya sebagai WNI, Mitchell Baker kini memenuhi syarat untuk memperkuat Timnas Indonesia. Hal ini membuka peluang besar bagi sang pemain untuk berkontribusi dalam skuad Garuda, terutama dalam menghadapi kompetisi mendatang seperti Piala AFF.
Sementara itu, dari kancah internasional, Tim Nasional Argentina dilaporkan telah memulai persiapan intensif menjelang laga krusial melawan Inggris di semifinal Piala Dunia 2026. Fokus tim kini sepenuhnya tertuju pada menghadapi lawan tangguh tersebut.
Namun, sesi latihan perdana yang digelar pada Senin, 13 Juli, menyita perhatian karena absennya beberapa pemain kunci, termasuk megabintang Lionel Messi. Ketidakhadiran mereka bukan disebabkan oleh cedera, melainkan bagian dari strategi pemulihan pasca pertandingan perempat final yang menguras tenaga.
"Kami melakukan kontrol bola dan melihat ke depan, saat itulah saya melihat John Stones menutup jalur operan [ke Haaland] tersebut," ungkap Alexander Sorloth mengenai momen krusial dalam pertandingan. Pengakuannya memberikan gambaran mengenai situasi di lapangan yang memicu perdebatan.
Sang penyerang Timnas Norwegia itu melanjutkan, "Kemudian saya melakukan sentuhan lagi, dan itu keputusan yang buruk. Saya menanti dia [Haaland] bergerak, alih-alih saya yang membuka ruang untuknya." Penjelasannya menyoroti adanya pertimbangan taktis di balik keputusannya.
"Satu-satunya hal yang saya inginkan dalam situasi tersebut adalah mengoper kepada Erling. Namun saat itu saya merasa jalur umpannya tertutup, jadi saya memutuskan untuk menembak langsung," kata Sorloth, seperti dilansir dari Give Me Sport. Pernyataannya ini menjelaskan alasan di balik tindakannya yang menuai kritik.