HOTNEWS.ID - Kasus pemerkosaan yang mengerikan terhadap seorang remaja berusia 15 tahun di Sampang, Jawa Timur, telah memicu keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan, termasuk tokoh politik nasional. Peristiwa ini melibatkan aksi keji oleh 27 orang pria, sebuah angka yang sangat mencengangkan.
Menanggapi situasi yang memilukan ini, Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, menyampaikan rasa prihatinnya yang mendalam atas tragedi yang menimpa korban. Ia menekankan dampak buruk yang ditimbulkan tidak hanya pada masa depan korban, tetapi juga pada kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.
"Peristiwa ini merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang tidak hanya merusak masa depan korban, tetapi juga melukai rasa keadilan masyarakat," ujar Selly Andriany Gantina. Pernyataan ini menegaskan betapa seriusnya kasus ini dimata legislatif.
Fokus utama desakan politisi PDIP ini adalah penangkapan seluruh pelaku yang masih buron. Diketahui, masih ada belasan pelaku yang belum berhasil diamankan oleh aparat kepolisian.
Selly Andriany Gantina mengapresiasi langkah cepat yang telah diambil oleh kepolisian dalam menangani kasus ini, terutama terkait penangkapan sebagian pelaku. Namun, ia secara tegas mendesak agar seluruh pelaku yang tersisa segera ditangkap.
"Saya mengapresiasi langkah cepat kepolisian yang telah menangkap sebagian pelaku, namun saya mendesak agar 15 pelaku yang masih buron segera ditangkap dan diproses hukum tanpa pandang bulu," tegasnya. Desakan ini menunjukkan komitmen untuk tidak memberikan celah bagi pelaku untuk lolos dari jerat hukum.
Lebih lanjut, Selly Andriany Gantina menekankan pentingnya proses hukum yang adil dan tegas bagi semua yang terlibat. Ia tidak ingin ada satu pun pelaku yang luput dari tanggung jawab pidana atas perbuatan keji mereka.
"Tidak boleh ada satu pun pelaku yang lolos dari pertanggungjawaban pidana," tambahnya, menggarisbawahi prinsip akuntabilitas yang harus ditegakkan. Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa keadilan harus benar-benar ditegakkan tanpa kompromi.
Kasus yang terjadi di Sampang ini menjadi pengingat akan pentingnya perlindungan terhadap anak dan remaja dari segala bentuk kekerasan. Desakan hukuman maksimal diharapkan dapat memberikan efek jera dan pesan kuat bahwa kejahatan semacam ini tidak akan ditoleransi.