HOTNEWS.ID - Banjir rob atau luapan air laut telah berlangsung selama kurang lebih satu bulan lamanya di kawasan permukiman penduduk Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati.

Kondisi genangan air yang tak kunjung surut ini mulai menimbulkan dampak signifikan terhadap kesehatan dan kenyamanan warga setempat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Salah satu dampak kesehatan yang mulai dirasakan oleh warga adalah munculnya keluhan gatal-gatal pada kulit yang diakibatkan oleh kontak berkepanjangan dengan air rob tersebut.

Situasi ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, terutama bagi mereka yang rumahnya terendam secara permanen selama periode tersebut hingga saat ini.

Menurut informasi yang dihimpun, kejadian ini telah berlangsung cukup lama, memberikan tekanan psikologis dan fisik kepada para penghuni desa tersebut.

Seorang warga bernama Suparno (60) mengungkapkan kegelisahannya terkait kondisi genangan air yang belum juga menunjukkan tanda-tanda akan surut dari area permukiman mereka.

"Airnya kayak gini susah juga, kalau bisa pemerintah mengutamakan lah, agar warga tidak gelisah, mau tidur tidak bisa," jelas Suparno saat ditemui di lokasi pada hari Senin (22/6).

Kekhawatiran Suparno berpusat pada kesulitan untuk beristirahat karena air rob yang terus-menerus menghantui dirinya beserta anggota keluarganya.

Dilansir dari detikjateng pada hari Selasa (23/6/2026), kondisi ini menyoroti perlunya penanganan segera dari pihak berwenang untuk mengatasi dampak lingkungan dan kesehatan yang timbul.