HOTNEWS.ID - Perkembangan terbaru dalam dinamika geopolitik maritim terjadi ketika Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memberikan klarifikasi mengenai kebijakan transit melalui Selat Hormuz yang strategis. Poin utama dari pernyataannya adalah penegasan bahwa tidak akan ada pengenaan biaya tol bagi pelayaran yang melintasi perairan vital tersebut.
Hal ini merupakan bagian dari respons terhadap situasi keamanan maritim yang sedang berlangsung di kawasan tersebut. Trump menekankan bahwa status bebas biaya tol ini berlaku selama periode tertentu yang telah disepakati bersama.
Situasi ini menjadi sorotan publik setelah Presiden Trump menyampaikan pandangannya melalui platform media sosial pribadinya. Pernyataan tersebut diunggah pada Sabtu sore waktu setempat, yang kemudian menarik perhatian media internasional.
Dilansir dari Al Jazeera dan Reuters pada Minggu (21/6/2026), Trump secara spesifik mengaitkan kebijakan bebas biaya tol ini dengan adanya periode gencatan senjata yang sedang berlaku. Ini menunjukkan adanya korelasi antara stabilitas diplomatik dan kelancaran navigasi ekonomi.
Dalam unggahannya, Trump secara eksplisit menyatakan bahwa tidak akan ada pembebanan biaya transit selama periode waktu yang telah ditentukan. "Tidak akan ada biaya tol di Selat Hormuz selama 60 hari selama Periode Gencatan Senjata, dan tidak akan ada biaya tol setelah periode 60 hari berakhir," tulis Trump.
Lebih lanjut, Trump menambahkan sebuah pengecualian penting terkait implementasi biaya tersebut. Biaya tol hanya akan diberlakukan apabila negara yang bersangkutan, yaitu Amerika Serikat, memutuskan untuk menerapkan pungutan semacam itu.
Pernyataan ini menggarisbawahi posisi AS dalam memastikan jalur pelayaran internasional tetap terbuka tanpa hambatan ekonomi eksternal. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga kelancaran arus perdagangan global melalui salah satu selat tersibuk di dunia.
Klarifikasi ini datang untuk meredakan potensi ketegangan atau kesalahpahaman mengenai tarif transit di Selat Hormuz. Trump menegaskan bahwa kondisi bebas biaya tol akan dipertahankan setelah masa gencatan senjata berakhir, kecuali ada perubahan kebijakan internal AS.
Dikutip dari Al Jazeera dan Reuters, pernyataan Trump disampaikan dalam unggahan Sabtu sore di Truth Social. Hal ini menegaskan sumber informasi utama mengenai kebijakan pembebasan biaya tol tersebut.