HOTNEWS.ID - Harga minyak mentah global kembali menunjukkan penguatan signifikan pekan ini, dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap stabilitas pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berhasil menembus level US$79 per barel, dan diprediksi akan mencatat kenaikan mingguan lebih dari 10%. Sementara itu, minyak jenis Brent ditutup pada kisaran US$84 per barel pada hari Kamis.

Konflik antara kedua negara semakin memanas, dengan Amerika Serikat melancarkan serangan kelima berturut-turut terhadap Iran pada hari Kamis. Aksi ini menyusul serangan sebelumnya yang menargetkan sebuah kapal tanker minyak di dekat pelabuhan ekspor utama Iran.

Situasi ini juga melibatkan kelompok pemberontak Houthi di Yaman. Teheran dilaporkan telah meminta mereka untuk menutup jalur Bab el-Mandeb, yang merupakan akses krusial menuju Laut Merah bagi ekspor minyak Arab Saudi. Permintaan ini akan berlaku jika infrastruktur kelistrikan Iran menjadi target serangan lebih lanjut.

Lonjakan harga minyak mentah ini telah membawanya ke level tertinggi dalam kurun waktu sekitar satu bulan terakhir. Penguatan ini secara efektif menghapus sebagian dari penurunan harga sekitar 30% yang terjadi pada kuartal kedua tahun ini.

Kenaikan harga dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran mengenai kelancaran pasokan energi yang melewati Selat Hormuz. Jalur sempit ini merupakan rute vital yang dilalui oleh sekitar seperlima dari total arus minyak dunia.

"Harga minyak mentah telah melonjak ke level tertinggi dalam sekitar satu bulan, menghapus sebagian dari penurunan sekitar 30% yang terjadi pada kuartal kedua," demikian kutipan dari Bloomberg News.

"Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan energi yang melewati Selat Hormuz, jalur sempit yang dilalui sekitar seperlima arus minyak dunia," imbuh sumber tersebut yang dikutip dari Bloomberg News.

Dikutip dari Bloomberg News, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik ke atas US$79 per barel dan berada di jalur untuk membukukan kenaikan mingguan lebih dari 10%.