HOTNEWS.ID - Sebuah peristiwa geologis terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada dini hari Sabtu, ketika guncangan gempa bumi terasa di area Waikabubak. Peristiwa ini memicu perhatian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk segera memberikan informasi resmi mengenai kejadian tersebut.
Menurut data seismik yang dirilis, kekuatan gempa yang melanda kawasan tersebut tercatat mencapai magnitudo (M) 4,5 pada skala Richter. Kekuatan ini menunjukkan adanya aktivitas tektonik yang signifikan di zona tersebut meskipun dampaknya perlu dikaji lebih lanjut.
Pusat lokasi episentrum gempa ini diketahui berada pada koordinat geografis tertentu, yaitu sekitar 8 kilometer dari arah timur laut pusat kota Waikabubak. Jarak yang relatif dekat ini berpotensi dirasakan oleh masyarakat setempat.
Fakta penting lainnya adalah kedalaman hiposenter gempa yang tercatat relatif dangkal, yakni mencapai 9 kilometer di bawah permukaan bumi. Kedalaman dangkal sering kali meningkatkan potensi getaran yang dirasakan di permukaan.
Peristiwa gempa ini terjadi tepat pada dini hari, yakni pada Sabtu, 4 Juli 2026, pukul 00.14 waktu Indonesia bagian Barat (WIB). Waktu kejadian ini merupakan momen ketika sebagian besar warga mungkin sedang terlelap.
Informasi mengenai kejadian ini disampaikan secara resmi oleh pihak BMKG melalui kanal komunikasi mereka. Hal ini menunjukkan respons cepat otoritas terkait dalam memberikan pembaruan data kepada publik.
Melalui akun resmi mereka di platform X, BMKG mengumumkan detail kejadian tersebut. "Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,5 terjadi di Waikabubak, Nusa Tenggara Timur (NTT). Titik kedalaman gempa 9 km," demikian bunyi pernyataan resmi tersebut, sebut BMKG.
Lebih lanjut, BMKG juga merinci waktu dan posisi pasti kejadian tersebut. "Gempa berada pada 8 km timur laut Waikabubak," demikian disampaikan dalam unggahan akun X BMKG.
Dilansir dari berbagai sumber informasi resmi, BMKG secara konsisten memantau perkembangan aktivitas seismik di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah rawan seperti NTT. Pemantauan ini penting untuk mitigasi risiko bencana.