HOTNEWS.ID - Dua kali guncangan dahsyat mengguncang wilayah Venezuela dalam waktu berdekatan, memicu kerusakan signifikan di berbagai area. Bencana alam ini telah menimbulkan dampak serius terhadap populasi setempat dan memicu operasi penyelamatan besar-besaran.

Peristiwa gempa kembar ini tercatat oleh lembaga seismologi internasional dengan kekuatan yang sangat besar. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat dua guncangan dengan magnitudo M 7,2 dan M 7,5.

Kedua gempa bumi tersebut terjadi hampir bersamaan, dengan jeda waktu hanya sekitar satu menit pada Rabu malam waktu setempat. Kekuatan besar dan kedekatan waktu ini menyebabkan struktur bangunan melemah dan akhirnya ambruk.

Hingga berita ini diturunkan, upaya evakuasi terhadap korban yang terperangkap di bawah reruntuhan bangunan masih terus dilaksanakan secara intensif. Tim penyelamat bekerja keras untuk menemukan korban yang masih hidup.

Jumlah korban jiwa akibat rangkaian gempa tersebut telah mengalami peningkatan signifikan. Data terbaru menunjukkan bahwa korban tewas kini telah mencapai angka 188 orang.

Selain korban meninggal dunia, otoritas setempat juga mengonfirmasi adanya korban luka-luka yang memerlukan penanganan medis segera. Total korban luka yang tercatat sejauh ini mencapai 1.520 orang.

Informasi mengenai pembaruan jumlah korban ini disampaikan secara resmi oleh pejabat tinggi negara. Ketua Majelis Nasional Venezuela menjadi pihak yang mengumumkan data terbaru tersebut kepada publik.

Mengenai perkembangan situasi terkini, "Jumlah korban tewas akibat dua gempa dahsyat yang mengguncang Venezuela bertambah menjadi 188 orang," ujar Ketua Majelis Nasional, Jorge Rodriguez.

Jorge Rodriguez juga menambahkan informasi mengenai kondisi korban lainnya, "Selain jumlah korban tewas yang bertambah, Jorge juga melaporkan korban yang terluka ada 1.520 orang," kata beliau.