HOTNEWS.ID - Pada malam yang hening di Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, sebuah getaran dahsyat tiba-tiba terasa. Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 tercatat mengguncang wilayah tersebut, menimbulkan kekhawatiran di kalangan penduduk.
Peristiwa alam ini terjadi pada Selasa, 14 Juli 2026, tepatnya pada pukul 22.49 Waktu Indonesia Barat. Lokasi pusat gempa terdeteksi berada pada koordinat 5,27 Lintang Utara dan 125,18 Bujur Timur.
Meskipun guncangan terasa kuat, kabar baik segera menyusul dari pihak berwenang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan pernyataan penting terkait potensi dampak lanjutan dari gempa ini.
"Tidak berpotensi tsunami," demikian pernyataan resmi yang disampaikan oleh BMKG melalui akun X mereka, @infoBMKG. Pernyataan ini tentu memberikan kelegaan bagi warga yang terdampak.
Peristiwa gempa ini merupakan bagian dari aktivitas tektonik yang sering terjadi di wilayah Indonesia, mengingat posisinya yang berada di cincin api Pasifik. Gempa dengan magnitudo 6,1 dikategorikan sebagai gempa kuat yang mampu menimbulkan kerusakan.
Informasi mengenai gempa ini pertama kali dipublikasikan oleh BMKG, lembaga pemerintah yang bertugas memantau dan menginformasikan fenomena meteorologi, klimatologi, dan geofisika di Indonesia.
Pihak BMKG terus melakukan pemantauan intensif pasca-gempa terjadi. Tujuannya adalah untuk mendeteksi adanya potensi gempa susulan dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan selalu mengikuti informasi resmi dari sumber yang terpercaya, terutama BMKG, terkait perkembangan situasi pasca-gempa.
Dikutip dari informasi yang disampaikan oleh BMKG melalui akun X mereka, "Tidak berpotensi tsunami," ujar pihak BMKG.