HOTNEWS.ID - Sebuah insiden tragis kembali mengguncang perairan strategis Selat Hormuz. Dua kapal tanker yang berbendera Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan menjadi sasaran serangan rudal yang diduga kuat berasal dari Iran. Peristiwa ini menambah daftar panjang eskalasi ketegangan di kawasan tersebut.

Serangan yang terjadi di salah satu jalur pelayaran tersibuk dunia ini dilaporkan menelan korban jiwa. Satu orang awak kapal dilaporkan meninggal dunia akibat insiden tersebut.

Selain korban tewas, serangan ini juga menimbulkan luka-luka. Delapan orang awak kapal lainnya mengalami cedera dalam insiden yang menggemparkan ini.

Peristiwa ini terjadi dalam konteks memanasnya kembali konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Serangan terhadap kapal tanker UEA ini menambah rentetan aksi yang menandai peningkatan eskalasi baru antara kedua negara.

Uni Emirat Arab, sebagai salah satu negara kaya minyak dan sekutu utama Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, telah menjadi pihak yang kerap melaporkan adanya serangan rudal maupun drone dari Iran.

"Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan bahwa Iran telah menyerang dua kapal tanker di Selat Hormuz dengan rudal," demikian kutipan dari sumber asli berita.

"Serangan itu menewaskan satu awak kapal dan melukai delapan orang lainnya," lanjut kutipan dari sumber asli berita.

"Serangan tersebut terjadi setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap Teheran, menandai eskalasi baru dalam dimulainya kembali konflik kedua negara," demikian pernyataan yang juga terdapat dalam sumber asli berita.

"Uni Emirat Arab yang kaya minyak adalah sekutu utama AS di kawasan itu dan telah melaporkan beberapa serangan rudal dan drone dari Iran," demikian informasi tambahan yang terangkum dari sumber asli berita.