HOTNEWS.ID - Memulai sebuah usaha seringkali menjadi impian banyak anak muda yang ingin menciptakan peluang baru atau meningkatkan taraf ekonomi. Namun, langkah awal yang tepat terkadang sulit ditemukan, terutama bagi mereka yang minim pengalaman bisnis, bimbingan, atau sumber daya yang memadai.
Agasthea Viorent, akrab disapa Agas, adalah salah satu anak muda yang mengalami tantangan tersebut. Lulusan SMK Negeri 1 Banyuwangi ini, yang kini berdomisili di Denpasar, Bali, memiliki tekad kuat untuk merintis bisnis pertamanya.
Sebelum berwirausaha, Agas telah memiliki pengalaman yang beragam, mulai dari berkiprah di industri perhotelan hingga menjadi pengemudi ojek daring. Pengalaman ini menjadi bekal baginya untuk melangkah lebih jauh.
Raperpres Ojek Daring Segera Final, DPR dan Pemerintah Capai Titik Temu Usai Rapat Intensif
Dengan modal awal yang relatif kecil, yaitu Rp500 ribu, Agas memilih untuk memanfaatkan kecanggihan teknologi. Ia menggunakan ChatGPT sebagai rekan diskusi dan mentor dalam mematangkan konsep bisnisnya.
Fokus utama Agas adalah membangun bisnis di sektor virtual assistant. Layanan ini dirancang untuk membantu berbagai kebutuhan bisnis, terutama di bidang hospitality.
Bisnis virtual assistant yang dirintis Agas kini telah melayani berbagai klien. Klien-klien ini berasal dari sektor perhotelan dan membutuhkan bantuan dalam pengelolaan komunikasi tamu.
Selain itu, layanan yang ditawarkan Agas juga mencakup penanganan reservasi dan berbagai bentuk layanan remote concierge. Kliennya tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga dari mancanegara.
"Awalnya saya punya ide, tapi bingung harus mulai dari mana dan apa saja yang perlu disiapkan agar ide itu benar-benar bisa dijalankan," ujar Agas.
"Dengan ChatGPT, saya merasa seperti punya mentor bisnis yang bisa diajak diskusi, tempat saya bertanya banyak hal dan menyusun langkah-langkah bisnis dengan lebih jelas," tambahnya.