HOTNEWS.ID - Di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global, Indonesia didorong untuk mempercepat langkah menuju kemandirian energi. Hal ini penting agar negara tidak terus menerus bergantung pada impor energi yang rentan terhadap dinamika politik dan ekonomi dunia.

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menegaskan bahwa ketahanan energi kini menjadi elemen krusial yang tak terpisahkan dari ketahanan ekonomi dan ketahanan nasional. Berbagai konflik dan ketegangan geopolitik yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir menjadi bukti nyata akan hal ini.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Eddy Soeparno saat dirinya didapuk sebagai pembicara kunci dalam sebuah diskusi penting. Diskusi bertajuk 'Ketahanan Energi Indonesia di Tengah Krisis Geopolitik Global: Tantangan, Potensi, dan Arah Kebijakan' ini diselenggarakan oleh DBS-CNBC Indonesia Morning Coffee di Jakarta.

Pertanyaan mendasar yang muncul adalah mengapa transisi energi begitu mendesak saat ini. "Berbagai konflik dan ketegangan geopolitik dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa ketahanan energi kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan ekonomi dan ketahanan nasional," ujar Eddy Soeparno.

Dalam forum tersebut, Eddy Soeparno menjelaskan bahwa ketergantungan pada pasokan energi dari luar negeri dapat menimbulkan kerentanan signifikan. Dinamika politik internasional dan fluktuasi ekonomi global dapat berdampak langsung pada stabilitas pasokan dan harga energi di dalam negeri.

Oleh karena itu, percepatan menuju kemandirian energi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan strategis. Hal ini sejalan dengan upaya Indonesia untuk memperkuat fondasi ekonomi dan menjaga kedaulatan nasional di tengah kompleksitas lanskap global.

Diskusi yang berlangsung di Jakarta ini menjadi wadah penting untuk mempertukarkan pandangan dan merumuskan strategi. Fokus utama adalah bagaimana Indonesia dapat mengoptimalkan potensi energi terbarukan dan sumber daya domestik lainnya.

Melalui forum ini, diharapkan tercipta sinergi antara pemangku kepentingan untuk mendorong kebijakan yang efektif. Arah kebijakan yang tepat akan sangat menentukan keberhasilan Indonesia dalam menghadapi tantangan energi di masa depan.

Dikutip dari DBS-CNBC Indonesia Morning Coffee.