HOTNEWS.ID - Sebuah insiden serius terjadi di perairan strategis Selat Hormuz pada Senin (20/7) dini hari waktu setempat. Dua kapal tanker minyak dilaporkan mengalami ledakan saat mencoba melintasi jalur pelayaran yang dianggap tidak aman.

Akibat ledakan tersebut, kedua kapal tanker dilaporkan mengalami kelumpuhan total dan tidak dapat melanjutkan pelayaran mereka. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran baru di salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia.

Pihak Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menjadi pihak yang pertama kali merilis pernyataan terkait insiden ini. Mereka mengklaim bahwa kejadian tersebut bukanlah kecelakaan biasa.

IRGC menyatakan bahwa kedua kapal tanker tersebut berupaya menggunakan rute pelayaran yang tidak aman. Hal ini, menurut mereka, terjadi di bawah tekanan dan paksaan dari pihak militer Amerika Serikat (AS).

Pernyataan mengenai dugaan keterlibatan militer AS ini disampaikan IRGC dalam sebuah rilis resmi mereka. Informasi ini kemudian dilansir oleh beberapa media internasional terkemuka.

"Kapal-kapal tersebut berupaya menggunakan rute tidak aman di bawah tekanan dan paksaan militer Amerika Serikat (AS)," demikian pernyataan IRGC, seperti dilansir Anadolu Agency dan Reuters, Senin (20/7/2026).

Kejadian ini menambah daftar ketegangan yang kerap terjadi di wilayah Selat Hormuz. Kawasan ini sering menjadi titik panas akibat perseteruan geopolitik di Timur Tengah.

Dikutip dari Anadolu Agency dan Reuters, insiden pada Senin (20/7/2026) ini kembali menyoroti kerentanan jalur pelayaran internasional di tengah situasi politik yang memanas.

Peristiwa ini menjadi salah satu berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom pada hari Senin (20/7/2026). Perkembangan lebih lanjut mengenai penyebab pasti ledakan masih terus ditelusuri.