HOTNEWS.ID - Sebuah gagasan tak lazim muncul dari Israel, yakni memanfaatkan satwa liar, khususnya buaya, untuk memperketat keamanan di lembaga pemasyarakatan. Rencana ini bertujuan untuk mencegah para tahanan Palestina melarikan diri dari penjara-penjara yang dikelola Israel.
Usulan ambisius ini datang langsung dari Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir. Beliau dikenal publik setelah kontroversi yang melibatkan aksi terhadap para aktivis Global Sumud Flotilla 2.0 pada bulan Mei lalu.
Pihak yang diusulkan untuk menjaga keamanan ini adalah buaya, hewan yang dikenal dengan keganasannya. Ide ini diajukan dalam rangka memperkuat sistem keamanan penjara yang ada.
Tujuan utama di balik rencana ini adalah untuk menciptakan efek jera dan penghalang fisik yang sulit ditembus oleh para narapidana. Kehadiran buaya diharapkan dapat secara signifikan mengurangi kemungkinan upaya pelarian.
Rencana ini muncul sebagai respons terhadap upaya pelarian yang mungkin terjadi di masa depan. Penempatan buaya di area-area strategis dipandang sebagai solusi inovatif untuk mengatasi celah keamanan.
"Kami sedang menjajaki berbagai opsi untuk memperkuat keamanan, dan gagasan ini adalah salah satu yang sedang kami pertimbangkan," ujar seorang sumber yang enggan disebutkan namanya, merujuk pada rencana penggunaan buaya.
Pihak yang mengusulkan, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, memiliki rekam jejak yang cukup kontroversial dalam urusan keamanan. Ia pernah menjadi sorotan publik terkait tindakannya terhadap aktivis kemanusiaan.
Meskipun belum ada keputusan final, gagasan ini telah menimbulkan berbagai reaksi dan perdebatan di kalangan masyarakat internasional. Banyak pihak mempertanyakan etika dan efektivitas penggunaan hewan buas dalam sistem peradilan.
Dikutip dari sumber-sumber berita, rencana ini masih dalam tahap penjajakan awal. Belum ada detail teknis mengenai bagaimana buaya akan ditempatkan atau dilatih untuk menjalankan fungsinya sebagai penjaga.