HOTNEWS.ID - Sebuah kapal Angkatan Laut Kuwait dilaporkan menjadi sasaran serangan rudal dan drone yang berasal dari Iran. Insiden ini terjadi di perairan Selat Hormuz yang merupakan jalur pelayaran vital dunia.

Akibat serangan tersebut, empat awak kapal Angkatan Laut Kuwait mengalami luka-luka. Kondisi para korban masih terus dipantau oleh otoritas pertahanan Kuwait.

Kementerian Pertahanan Kuwait dengan tegas menyatakan kecaman mereka terhadap tindakan yang terjadi. Mereka menyebut serangan tersebut sebagai sebuah agresi yang sangat keji dan tidak dapat ditoleransi.

"Serangan Iran itu menargetkan fasilitas vital dan sipil," demikian pernyataan resmi dari pihak militer Kuwait. Pernyataan ini menggarisbawahi keseriusan dampak dari insiden tersebut.

Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu, 15 Juli 2026. Tanggal tersebut kini menjadi catatan penting dalam dinamika keamanan di kawasan Teluk Persia.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kuwait, Kolonel Saud Abdulaziz Al-Atwan, memberikan keterangan lebih lanjut mengenai insiden tersebut. Beliau mengonfirmasi detail serangan yang dialami oleh kapal angkatan laut negaranya.

"Salah satu kapal angkatan laut kami terkena serangan rudal dan drone Iran yang mengakibatkan empat awak mengalami luka-luka," ujar Kolonel Saud Abdulaziz Al-Atwan. Pernyataan ini menguraikan kronologi awal kejadian.

Kolonel Saud Abdulaziz Al-Atwan juga menambahkan bahwa Kuwait mengecam serangan di Selat Hormuz itu sebagai agresi yang keji. Kecaman ini mencerminkan sikap tegas Kuwait terhadap tindakan yang dinilai mengancam keamanan regional.

"Serangan Iran itu menargetkan fasilitas vital dan sipil," kata Kolonel Saud Abdulaziz Al-Atwan. Pernyataan ini menunjukkan bahwa dampak serangan meluas, tidak hanya pada aset militer.