HOTNEWS.ID - Peristiwa duka kenegaraan menyelimuti Iran menyusul wafatnya Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, akibat insiden serangan yang terjadi pada hari pertama pecahnya konflik di Timur Tengah.
Kabar terbaru mengonfirmasi bahwa upacara pemakaman kenegaraan yang akan diselenggarakan untuk menghormati mendiang pemimpin tersebut telah mengalami penundaan dari jadwal awal yang direncanakan.
Penundaan ini menyebabkan pemakaman yang dinanti-nantikan tersebut kini dijadwalkan baru akan dilaksanakan pada rentang akhir bulan Juni atau memasuki awal bulan Juli mendatang.
Sebelumnya, Iran telah mengumumkan rencana awal untuk menggelar rangkaian upacara pemakaman yang berlangsung selama tiga hari penuh sejak awal bulan Muharram.
Bulan Muharram sendiri merupakan bulan pertama dalam penanggalan kalender Islam, yang mana secara penanggalan masehi diperkirakan jatuh pada awal bulan Juni.
Informasi mengenai perubahan jadwal ini diungkapkan oleh kantor berita AFP pada hari Jumat, 12 Juni 2026, memberikan pembaruan terkini mengenai prosesi kedukaan negara.
Dilansir dari kantor berita AFP, Iran pada awalnya menyatakan bahwa mereka berencana untuk melaksanakan upacara pemakaman selama tiga hari pada awal Muharram, yang berarti pada awal Juni, ujar salah satu juru bicara pemerintah.
Perubahan jadwal ini menjadi titik fokus perhatian internasional mengingat situasi tegang yang melanda kawasan Timur Tengah pasca insiden yang merenggut nyawa Pemimpin Tertinggi tersebut.
Adapun penyebab penundaan ini terkait dengan situasi keamanan dan logistik yang kompleks menyusul serangan yang memicu perang di kawasan tersebut.