HOTNEWS.ID - Tragedi kembali menyelimuti Jalur Gaza setelah sebuah serangan udara yang dilancarkan oleh pihak Israel mengakibatkan gugurnya seorang jurnalis. Korban jiwa yang terkonfirmasi adalah juru kamera dari stasiun berita internasional Al Jazeera.
Peristiwa nahas ini terjadi di wilayah Gaza tengah, sementara serangan tersebut dilaporkan secara spesifik menyasar sebuah bangunan rumah di area kamp pengungsi Bureij. Informasi mengenai korban jiwa ini segera menjadi sorotan media global.
Menurut keterangan yang disampaikan oleh Al Jazeera, juru kamera yang meninggal dunia dalam insiden tersebut bernama Ahmed Wishah. Kematiannya dikonfirmasi setelah serangan udara tersebut mengenai lokasi targetnya di kamp Bureij.
Peristiwa ini diperkirakan terjadi pada hari Minggu, 21 Juni 2026, sebagaimana dicatat oleh media yang memberitakan perkembangan situasi tersebut. Waktu kejadian ini menjadi titik penting dalam kronologi serangan di zona konflik tersebut.
Dilansir dari Al Jazeera, pihak Israel mengklaim bahwa sasaran dari serangan udara tersebut adalah salah seorang anggota Hamas yang berada di lokasi kejadian. Klaim ini menjadi latar belakang yang diberikan oleh pihak Israel atas penyerangan yang terjadi.
Menyikapi insiden yang menimpa stafnya, Al Jazeera segera mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan sikap keras mereka. Mereka mengecam tindakan yang terjadi dengan nada sangat tegas.
Media internasional tersebut menyatakan bahwa mereka "mengutuk keras kejahatan keji berupa penargetan dan pembunuhan" terhadap koresponden Al Jazeera Mubasher tersebut, menurut pernyataan resmi yang dikeluarkan.
Al Jazeera juga menekankan bahwa serangan yang menargetkan jurnalis tersebut merupakan sebuah pelanggaran serius terhadap kebebasan pers dan norma internasional. Mereka mengecam secara keseluruhan serangan Israel yang menyasar para pekerja media.
Pernyataan kecaman dari Al Jazeera ini memperkuat seruan komunitas internasional untuk memastikan keselamatan wartawan yang sedang bertugas di zona konflik yang berbahaya. Kejadian ini menambah daftar panjang insiden serupa.