HOTNEWS.ID - Serangkaian serangan dan tembakan yang dilakukan oleh pihak Israel mengakibatkan meninggalnya sedikitnya sembilan warga sipil di Jalur Gaza, Palestina, sepanjang hari Sabtu kemarin. Peristiwa ini menjadi sorotan utama perkembangan situasi di wilayah tersebut.

Pihak otoritas kesehatan setempat mengonfirmasi bahwa jumlah korban jiwa tersebut mencakup seorang anak kecil yang menjadi salah satu korban dalam rentetan serangan tersebut. Hal ini menambah daftar korban sipil dalam eskalasi konflik terkini.

Dilansir dari Reuters pada hari Minggu, 21 Juni 2026, pejabat kesehatan setempat memberikan keterangan mengenai rincian korban yang berjatuhan. Informasi ini menjadi pembaruan penting mengenai dampak serangan yang terjadi.

"Serangan udara Israel menewaskan empat warga Palestina di sebuah gedung apartemen di Kota Gaza," ujar pejabat kesehatan setempat. Pernyataan ini menggarisbawahi lokasi spesifik dari salah satu insiden mematikan tersebut.

Lebih lanjut, pejabat kesehatan tersebut merinci bahwa di antara empat korban jiwa yang meninggal di Kota Gaza, terdapat dua wanita dan seorang anak. Komposisi korban sipil ini menunjukkan dampak luas dari serangan tersebut.

Serangan tersebut secara khusus menyasar sebuah gedung apartemen yang berlokasi di lingkungan Sabra, Kota Gaza. Dampak langsung dari serangan udara itu adalah hancurnya unit apartemen tersebut.

Selain korban jiwa, serangan di lingkungan Sabra juga mengakibatkan beberapa orang lainnya mengalami luka-luka akibat reruntuhan dan dampak ledakan yang terjadi. Kondisi para korban luka masih terus dipantau oleh pihak terkait.

Dikutip dari Reuters, peristiwa ini terjadi pada hari Sabtu, dengan konfirmasi resmi mengenai jumlah korban disampaikan pada hari Minggu, 21 Juni 2026. Penetapan waktu ini membantu dalam kronologi peristiwa yang terjadi.

Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran internasional mengenai keselamatan warga sipil yang berada di zona konflik aktif di Jalur Gaza. Situasi kemanusiaan di sana dinilai semakin memprihatinkan akibat eskalasi kekerasan.