HOTNEWS.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan harapan besar terkait pemulihan kesehatan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas (YCQ), yang saat ini masih menjalani perawatan medis. Kondisi kesehatan YCQ menjadi perhatian utama karena sangat memengaruhi jadwal penanganan kasus dugaan korupsi kuota haji.

Saat ini, YCQ masih berada di rumah sakit di bawah pengawasan KPK setelah menjalani prosedur operasi terkait gangguan pada saluran pencernaannya. Pemulihan kondisi fisik mantan pejabat tinggi tersebut menjadi prioritas utama sebelum proses hukum dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan harapan agar proses pemulihan YCQ berjalan lancar dan cepat. Harapan ini disampaikan langsung kepada awak media di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, pada hari Selasa (7/7/2026).

"Mari kita doakan sama-sama biar lekas sembuh," ujar Jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2026).

Budi Prasetyo menjelaskan bahwa percepatan pemulihan kesehatan Yaqut memiliki dampak langsung terhadap kemajuan penyidikan kasus korupsi kuota haji. Proses hukum yang melibatkan mantan menteri tersebut sedang menunggu kesiapan tersangka utama.

Menurut keterangan KPK, segera setelah kondisi kesehatan Yaqut Cholil Qoumas dinyatakan pulih sepenuhnya oleh tim medis, penyidik akan segera mengambil langkah tegas selanjutnya. Langkah tersebut adalah pelimpahan berkas perkara kepada pihak Kejaksaan.

"Dia menyebutkan, saat Yaqut sudah pulih, penyidik akan langsung melakukan pelimpahan berkas perkara ke jaksa penuntut umum (JPU)," tambah Budi Prasetyo, menggarisbawahi fokus KPK pada penyelesaian administrasi hukum.

Hal ini menunjukkan bahwa KPK berkomitmen untuk memproses kasus kuota haji ini hingga ke tingkat pengadilan secepat mungkin, namun tetap memperhatikan kondisi kesehatan subjek hukum yang bersangkutan sesuai prosedur. Dikutip dari berbagai sumber, proses ini berjalan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: News.detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.