HOTNEWS.ID - Ajang akbar Piala Dunia FIFA 2026 akan segera digelar, mempertemukan tiga negara tuan rumah di kawasan Amerika Utara, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Momen olahraga terbesar ini diprediksi akan menciptakan salah satu konsentrasi massa terbesar dalam skala global sepanjang tahun berjalan.

Acara internasional ini direncanakan akan menyelenggarakan total 104 pertandingan sepak bola yang menarik perhatian dunia. Dengan skala kemeriahan yang masif tersebut, perencanaan matang menjadi krusial untuk menjaga ketertiban dan keamanan publik.

Diperkirakan, gelaran ini akan menarik kedatangan lebih dari 6,5 juta penggemar sepak bola yang berasal dari berbagai penjuru negara. Jumlah suporter internasional yang sangat besar ini menimbulkan kekhawatiran signifikan terkait potensi penyebaran penyakit menular.

Para pakar kesehatan telah menyuarakan keprihatinan utama mereka mengenai risiko penularan penyakit infeksius di tengah kerumunan lintas negara. Fokus utama pengawasan kesehatan diarahkan pada penyakit-penyakit yang memiliki potensi penularan cepat antar manusia.

Secara spesifik, kekhawatiran utama para ahli kesehatan mencakup potensi penyebaran penyakit serius seperti Ebola dan Campak. Kedua penyakit ini dianggap memiliki risiko tinggi untuk menyebar cepat dalam kondisi pertemuan massa internasional.

Potensi risiko kesehatan yang telah teridentifikasi ini mendorong otoritas terkait untuk segera mengambil langkah-langkah pencegahan yang bersifat proaktif. Tindakan antisipatif ini penting guna memitigasi dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat.

Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, diperkirakan akan ada kedatangan lebih dari 6,5 juta penggemar sepak bola dari beragam negara untuk menyaksikan pertandingan. Jumlah suporter yang masif ini datang untuk menyaksikan total 104 pertandingan yang direncanakan.

"Kekhawatiran utama para pakar kesehatan adalah potensi penularan penyakit seperti Ebola dan Campak di tengah kerumunan internasional tersebut," ujar seorang pakar kesehatan, menggarisbawahi isu yang menjadi fokus utama persiapan.

"Potensi risiko ini mendorong otoritas kesehatan untuk mengambil langkah pencegahan proaktif," tambah pakar tersebut, menegaskan bahwa respons cepat sedang disiapkan menyambut ajang besar ini.