HOTNEWS.ID - Pada perdagangan hari Rabu, 1 Juli 2026, Indeks Bisnis-27 menunjukkan tren positif dengan penutupan yang menguat tipis. Penguatan ini menandakan adanya momentum positif pada saham-saham pilihan yang menjadi konstituen indeks tersebut.

Indeks yang merupakan hasil kolaborasi antara Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Harian Bisnis Indonesia ini tercatat naik sebesar 0,22% dan berhasil bertahan di level 384,92 pada penutupan sesi.

Dari total 27 saham yang menjadi komponen indeks, mayoritas menunjukkan performa baik, di mana sebanyak 15 saham berhasil menguat, sementara 6 saham melemah dan 6 lainnya stagnan.

Kenaikan harga saham yang paling signifikan hari itu dipimpin oleh PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) yang melonjak 10,39% menjadi Rp510 per lembar saham. PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) juga memberikan kontribusi kuat dengan kenaikan 5,10% mencapai Rp4.330.

Selain itu, saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) juga turut melaju dengan apresiasi harga sebesar 3,86%, menutup perdagangan di posisi Rp2.020. Kinerja positif ini menunjukkan adanya minat beli yang cukup besar terhadap sektor-sektor tertentu.

Beberapa saham lain yang ikut menopang penguatan indeks termasuk PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang naik 3,83% ke Rp2.440, serta PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) yang menguat 3,41% di harga Rp1.060.

Namun, tidak semua saham menikmati kenaikan; pelemahan signifikan terlihat pada PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) yang turun 6,76% ke Rp3.170, dan PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang melemah 4,24% ke Rp22.025.

"Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tren bearish dan diperkirakan cenderung kembali tertekan dengan support 5.560 dan resistance 5.735. Selama belum mampu kembali ke atas area resistance, tekanan jual diperkirakan masih akan mendominasi," tulis analis dari Tim riset BRI Danareksa Sekuritas pada Rabu (1/7/2026).

Dilansir dari Bisnis.com, investor juga perlu mencermati sentimen makroekonomi yang akan dirilis, seperti data S&P Global Manufacturing PMI Indonesia, tingkat inflasi, dan neraca perdagangan domestik.