HOTNEWS.ID - Sebuah insiden mengejutkan terjadi di ranah media Iran ketika siaran wawancara penting dengan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, dihentikan secara tiba-tiba oleh stasiun televisi pemerintah. Penghentian siaran ini langsung menimbulkan gelombang kritik dan protes dari berbagai pihak di dalam negeri.
Mohammad Bagher Ghalibaf sendiri merupakan figur sentral dalam politik Iran, mengingat ia juga memegang peran sebagai negosiator utama Teheran dalam berbagai perundingan yang melibatkan Amerika Serikat (AS). Kejadian ini menimbulkan spekulasi mengenai alasan di balik intervensi mendadak terhadap penayangan tokoh penting tersebut.
Protes resmi terhadap pemotongan siaran tersebut datang langsung dari pusat media parlemen Iran. Instansi ini menyatakan ketidakpuasan mendalam atas tindakan yang dianggap tidak profesional oleh lembaga penyiaran negara.
Dilansir dari AFP pada Rabu, 1 Juli 2026, pusat media parlemen Iran secara eksplisit menuduh Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), atau televisi pemerintah, tidak melakukan koordinasi yang semestinya sebelum mengambil keputusan dramatis tersebut.
Pusat media parlemen Iran mengungkapkan bahwa materi wawancara tersebut sudah diserahkan kepada IRIB jauh sebelum jadwal penayangan resmi. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan untuk memotong siaran dilakukan secara sepihak oleh pihak penyiaran.
"Pembicaraan ini telah diserahkan kepada Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB) lebih dari dua jam sebelum waktu penayangan; namun sayangnya, penayangan diskusi ini dihentikan di tengah jalan," demikian bunyi pernyataan protes dari pusat media parlemen Iran.
Pernyataan tersebut menyoroti adanya ketidaksesuaian alur kerja antara lembaga legislatif dan lembaga penyiaran milik negara dalam menangani konten sensitif atau penting. Hal ini menjadi sorotan utama dalam polemik yang terjadi.
Kejadian ini memaksa publik untuk mempertanyakan independensi dan standar jurnalistik yang diterapkan oleh IRIB, terutama ketika menyangkut tokoh sekelas ketua parlemen yang memiliki peran strategis dalam diplomasi internasional.
Dikutip dari AFP, insiden ini menjadi perhatian publik karena melibatkan tokoh penting yang menjadi wajah negosiasi Iran di panggung internasional, sehingga transparansi dalam pemberitaannya sangat dinantikan masyarakat.